KUNJUNGAN Presiden Joko Widodo di Kota Bandung pada Kamis siang, 16 April 2015, menuai guyonan dan sindiran. Hal itu tercermin dari Facebook milik Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan media sosial lainnya.

Kedatangan Jokowi di Kota Kembang untuk memeriksa persiapan acara 60 Tahun Konferensi Asia Afrika yang akan berlangsung 24 April 2015. Jokowi mengunjungi Gedung Merdeka, Masjid Agung Bandung, dan Gedung Pakuan serta menyusuri Jalan Asia Afrika.

Ridwan Kamil mengunggah dua foto dalam Facebook-nya. Dia memberi komentar, “Menemani Pak Jokowi di gladi persiapan 60 tahun KAA. Alhamdulillah lancar. Tetap semangat warga Bandung.”

Dalam foto itu, tampak Ridwan Kamil yang berkopiah hitam dan berkacamata. Sementara Jokowi tampil dengan pakaian khasnya, kemeja tangan panjang berwarna putih. Jokowi tidak berkopiah, begitu juga Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Kepala Staf Kantor Presiden Luhut Panjaitan.

Beberapa postingan di Facebook menampilkan komentar yang disebut-sebut berasal dari turis asal Jerman. Sang wisatawan itu katanya menyaksikan kunjungan Jokowi dan berkomentar: “Your president is very handsome, cool and looks clever, wearing black tradition hat (kopeah) and eye glases … he look young … how old is he?”

Seorang perempuan warga Bandung mem-posting di wall Facebook Ridwan Kamil. Menurutnya, Pak Wali Kota mengetahui bagaimana caranya berbusana yang menonjolkan kultur Indonesia. “Sedang seorang Bapak Presiden plontos, toss, tosss.. engga ada bedanya dengan yang lain, jadi disini yang menonjol justru Kang Emil/Bapak Ridwan Kamil yang seorang Wali kota,” katanya.

Postingan lain mempermasalahkan penata busana. “Cik atuh nya mana penata busana na, ulah ng√©rakeun teuing anu jadi rakyatna, hayang diseungseurikeun deui kitu ku negara lain..??. Tulisan ini disambut yang lainnya, “Bandung lebih keren dari Indonesia karena pemimpinya.”

Ada lagi komentar yang mulai menyindir Jokowi. “Presidennya ketukar deh kayaknya. Cocoknya Kang Emil, beliau tetap petugas partai aja,” atau, “Wali Kota Bandung bersama petugas partai PDIP.” Seorang pria memberi penilaian. “Subhanallah dari komennya 90% warga Bandung gak suka Jokowi.”(tempo.co)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.