Connect with us

Varia

Sekilas Riwayat Kupiah Meukeutop Aceh

Published

on

ilustrasi

KUPIAH meukeutop ikon Kabupaten Aceh Barat. Topi tradisional adat Aceh ini biasanya digunakan sebagai pelengkap pakaian adat yang dikenakan kaum pria. Dipakai ketika upacara-upacara adat maupun seremonial lainnya.

“Bentuk dasar kupiah memang begini, satu jenis. Sama seperti burung garuda sebagai lambang negara, bagaimana mau diubah,” kata Nurdin,penyedia jasa pelaminan dan pakaian adat Aceh di Meulaboh, Aceh Barat. Usianya 55 tahun. Di antara pakaian adat Aceh yang ia sewakan, salah satunya kupiah meukeutop.

Nurdin mengaku, barang-barang yang ia sewakan didatangkan dari Banda Aceh. “Di Meulaboh tidak ada orang yang membuat kupiah meukeutop,” ujarnya sembari menunjuk pajangan-pajangan baju adat di toko tiga pintu miliknya.

Kupiah meukeutop terbuat dari kain berwarna dasar merah dan kuning. Kain dirajut jadi satu, berbentuk lingkaran. Pinggiran bawah kupiah, terdapat motif anyaman dikombinasikan warna hitam, hijau, merah dan kuning. Anyaman serupa terdapat di bagian tengah, yang dibatasi lingkaran kain hijau di atasnya dan kain hitam di bawah.

Pada lingkaran kepala bagian bawah, terdapat motif yang lebih dominan, berbentuk “lam” dalam huruf hijaiyah. Namun ada garis yang menyambung antara bagian bawah dan atas motif tersebut. Motif yang sama juga terdapat di lingkaran kepala bagian atas. Hanya saja ukurannya lebih kecil. Di bagian paling atas, terdapat rajutan benang putih sebagai alas mahkota kuning emas, bertingkat tiga.

Warna yang dipakai memiliki makna tersendiri. Merah melambangkan kepahlawanan, kuning berarti kerajaan atau negara, hijau menandakan agama, hitam berarti ketegasan atau ketetapan hati, sementara putih bermakna kesucian atau keikhlasan.

Secara keseluruhan, kupiah meukeutop terbagi empat bagian. Sama seperti pada warna, tiap bagian ini juga memiliki arti tersendiri. Bagian pertama bermakna hukum, bagian kedua, bermakna adat, bagian ketiga bermakna kanun dan bagian keempat bermakna reusam.

Bentuk dan motif kupiah meukeutop secara umum sama. Hanya warna kain songket untuk membalut lingkaran kupiah saja yang berbeda. Biasanya disesuaikan dengan warna songket pada pakaian.

“Kalau songket pakaian kuning, biasanya songket di kupiah juga kuning. Kalau hijau di pakaian, hijau di kupiah,” kata Nurdin.

Untuk memperindah, selain songket, kupiah meukeutop dihiasi pernak-pernik khas Aceh. “Kalau sekarang, ada yang menambahkan kalung di bagian depan. Itu hanya untuk memperindah saja,” ujarnya.

Kupiah meukeutop bagi masyarakat Aceh tak hanya bernilai dari segi adat, tapi juga penuh dengan nilai sejarah. Secara historis, kupiah meukeutop lebih diindentikkan dengan topi kebesaran yang sering dipakai Teuku Umar, pahlawan nasional asal Aceh.

Teuku Umar lahir di Meulaboh, tahun 1854. Ia gugur 11 Februari 1899, dalam satu pertempuran dengan pasukan Belanda di Meulaboh. Di lokasi tertembaknya Teuku Umar, di Pantai Batu Putih, Suak Ujong Kalak, dibangun satu tugu sebagai monumen sejarah di Aceh Barat. Tugu itu lebih dikenal dengan sebutan, Kupiah Meukeutop.

Saat tsunami melanda Aceh, 26 Desember 2004, monumen itu juga ikut terbawa air bah. Pada masa rekonstruksi Aceh pascabencana, tugu dibangun kembali dengan posisi agak ke darat. Lokasi tugu sebelumnya telah menjadi laut.

Tidak ada sumber sejarah pasti yang menjelaskan kapan atau siapa pertama kali yang memakai kupiah meukeutop. Jika dilihat dari foto-foto tokoh pahlawan asal Aceh, bukan Teuku Umar satu-satunya yang memakai kupiah. Panglima Polem (1845-1879), juga memakai hal serupa. Bahkan kupiah yang dipakai Sultan Muhammad Daud Syah dan Panglima Polem, lebih menyerupai kupiah meukeutop yang ada saat ini. Baik dari bentuk maupun motifnya.

“Dari sumber-sumber bacaan yang ada, saya belum menemukan secara detail tentang kupiah meukeutop ini,” kata T.A. Sakti, tokoh budaya dan sejarah Aceh.

Bahkan menurutnya, Aceh memiliki pakaian resmi yang berlainan dengan yang selalu dipakai para pejabat dan tokoh-tokoh adat dalam acara resmi di Aceh selama ini. Kalau bahan pakaian adat yang digunakan sekarang; yang dipakai di kepala adalah kupiah meukeutob, sedangkan dalam “versi lain” adalah kupiah Aceh dan tangkulok Aceh berkasab. Hiasan yang diselipkan di pinggang juga bukan semata-mata rencong, tetapi boleh pula keris, siwah, badik dan rachuh.

“Rujukan saya adalah kitab “Tazkirah Thabaqat” salinan Teungku Di Mulek tahun 1270 H, yang naskah aslinya sudah ditulis pada zaman Sultan Mahmud Al-Qahar abad ke-16 Masehi,” paparnya. Naskah “Tazkirah Thabaqat,” telah selesai ia salin ke huruf latin, yang semula berhuruf Arab Melayu/Jawoe.

Ia yakin, pakaian Aceh versi ini dapat digunakan kembali saat ini untuk memperkaya variasi pakaian adat Aceh yang ada sekarang. Pada masa Kerajaan Aceh Darussalam, pakaian ini dipakai saat seseorang hendak menghadap Sultan Aceh di Istana Darud Dunia. Baik orang Aceh maupun orang asing wajib memakai Pakaian Aceh ini jika hendak menghadap Sultan.

“Jika tak ada milik sendiri, seseorang boleh meminjam pada Balai Baitur Rijal atau Balai Darul Atsar yang berada di depan pintu gerbang istana,” terangnya.

Kitab “Tazkirah Thabaqat” ini tertulis dalam bahasa Melayu yang tidak jauh berbeda dengan bahasa Indonesia sekarang. Salah satu kutipan dalam kitab tersebut tentang Pakaian Aceh adalah “dan demikian lagi Adat Kerajaan Sultan Aceh, yaitu apabila orang-orang yang masuk ke Dalam Darud Dunia: hendak menghadap Paduka Sri Baginda Sultan Aceh: walau siapapun sekalipun, yaitu orang Aceh sendiri, atau orang asing, maka tidak dibolehkan dia menghadap Sultan dengan memakai pakaian sendiri. Melainkan yang dibolehkan dia memakai pakaian sendiri ialah orang ‘Arab dan ‘Alim ulama, tetapi tidak dibolehkan memakai warna kuning dan warna hijau.

Sementara yang lain, waktu menghadap Sultan diwajibkan memakai pakaian Aceh. Di antaranya adalah Kupiah Aceh, Tengkuloek Aceh berkasab, baju Aceh berkasab, berkain selimpang dari kanan ke kiri memakainya berkasab, seluar berkasab, kain pinggang berkasab. Memakai rencong atau keris atau siwah atau badik atau rachuh yang berhulu suasa atau perak atau emas dan barang sebagainya, di depan sebelah kanan.

Meski latar belakang kemunculan kupiah meukeutop masih belum jelas, namun topi adat Aceh ini telah menjadi ikon budaya dan sejarah yang begitu melekat dengan masyarakat Aceh.

Saat ini kupiah meukeutop telah mampu menunjukkan kekhasan Aceh pada dunia. Bentuknya yang unik dan indah, membuat kupiah meukeutop ini sering dijadikan souvenir yang menarik. Kopiah Meukutop ini hampir dapat ditemukan di tiap kabupaten dan kota di Aceh, kecuali untuk daerah-daerah tertentu yang pakaian adatnya berbeda.[]

NEWSKITA

Advertisement img-20160906-wa0001
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Varia

Pameran Foto Aceh Today Menjadi Pesan Moral Bagi Masyarakat

Published

on

By

pameran foto
Pameran foto Aceh Today di Museum Tsunami | Istimewa

PEMERINTAH Aceh mengapresiasi pameran poto bersama yang diselenggarakan lintas komunitas fotografi. Karya-karya dari ujung lensa para fotografer diyakini mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjalin semangat kebersamaan untuk suksesnya pembangunan Aceh di masa mendatang,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi, membacakan sambutan tertulis Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah saat membuka pameran foto bersama lintas komunitas dan Profesi, Rabu, 20 Desember 2017.

Pameran bertema Aceh Today itu digelar di Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh. “Terima kasih kepada fotografer Aceh yang terlibat dalam pameran ini. Semoga pesan moral yang disampaikan pada pameran ini dapat diterima oleh masyarakat kita. Sehingga masyarakat Aceh semakin memahami pentingnya kebersamaan dalam mendukung suksesnya pembangunan di daerah ini,” ujar Reza.

Tak semata menunjukkan kualitas seni fotografi yang dimiliki para fotografer Aceh, lebih dari itu, pameran ini diyakini sarat pesan moral untuk disampaikan kepada masyarakat. Di antaranya sebagai sarana saling mengingatkan bahwa bencana besar pernah memporak-porandakan Bumi Serambi Mekah.
“Namun dengan semangat pantang menyerah Aceh terus berbenah sehingga akhirnya mengalami kemajuan pesat seperti yang kita rasakan sekarang ini.”

Selain itu, pameran foto dapat memberi pemahaman tentang kebencanaan dan mendorong masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, karena Aceh berada dalam kawasan ring of fire, sehingga sangat rawan bencana. “Meski demikian, kita jangan trauma atau selalu dicekam ketakutan. Pengetahuan yang baik tentang masalah kebencanaan tentu akan dapat membantu kita untuk memahami cara-cara terbaik dalam penanggulangan bencana.”

Pameran foto juga dianggap sebagai sarana yang sangat tepat untuk melihat kemajuan yang dicapai Aceh dalam kurun 13 tahun terakhir. “Kemajuan ini tentu tidak tentu tidak bisa dilepaskan dari solidaritas yang ditunjukkan dunia. Hasil jepretan fotografer Aceh tentu mengingatkan kita untuk terus memperkuat semangat solidaritas ini, sehingga kita dapat berbagi dan saling bekerjasama untuk membantu saudara-saudara kita yang mengalami bencana.”

Setelah 13 tahun Tsunami

Aceh hari ini tentu tidak bisa dipisahkan dengan Aceh masa lalu, yang berisi berbagai kenangan dan cobaan. Salah satu ingatan yang membayang dalam benak masyarakat Aceh adalah bencana tsunami pada 26 Desember 2004.

Peristiwa itu salah satu bencana terbesar dalam sejarah dunia dengan jumlah korban sangat banyak, mencapai 200 ribu orang. Gelombang raya tsunami itu bahkan berimbas ke negara-negara lain seperti Malaysia, Thailand, Sri Langka dan India.

Melihat kerusakan yang diakibatkan tsunami, sulit membayangkan Aceh bisa bangkit dalam waktu singkat. Namun berkat kuatnya solidaritas internasional, dukungan untuk Aceh terus mengalir, sehingga dalam waktu empat tahun, berbagai perbaikan telah tampak di Bumi Serambi Mekah.

Sekarang, setelah 13 tahun tsunami, pembangunan Aceh semakin menunjukkan progres mengagumkan. Mereka yang tidak tahu tentang cerita tentang tsunami Aceh tentu akan sulit percaya bahwa Aceh pernah mengalami kerusakan yang amat parah akibat bencana. “Beruntung ketajaman mata lensa teman-teman fotografer telah merekam semua perkembangan yang terjadi di Aceh selama ini. Dari hasil bidikan lensa kamera para fotografer ini, masyarakat dapat mengetahui dinamika pembangunan Aceh dari waktu ke waktu. Di sinilah kita dapat memahami betapa pentingnya peran para fotografer dalam mengabadikan berbagai momen bersejarah yang ada di sekitar kita,” ujar Reza.[] RILIS

Continue Reading

Varia

Donald Trump Hadapi Tuduhan Pelecehan Seksual

Published

on

By

Ilustrasi

LEBIH dari 100 legislator Amerika Serikat dari Partai Demokrat menandatangani petisi yang ditujukan kepada parlemen untuk membentuk komite yang bertugas mengungkap kekerasan dan pelecehan seksual yang pernah dilakukan Presiden Donald Trump. Lois Franken, Legislator Amerika Serikat dari Florida dan Ketua Kelompok Kerja Perempuan Demokrat (DWWG), mengatakan, “Inilah saat yang tepat mengungkap kebenaran.”

Ungkapan Franken seperti dilaporkan Al Jazeera sebagai tanggapan atas berbagai tudingan yang dialamatkan kepada presiden dari Partai Republik tersebut. Menurut petisi yang dikeluarkan oleh DWWG, setidaknya 17 perempuan mendapatkan perlakuan seks yang tidak senonoh dari Trump. Di antara perlakuan Trump yang tidak pantas itu antara lain, ciuman, sentuhan dan penggerayangan terhadap mereka.

Saat jumpa pers pada Selasa, 12 Desember 2017, Franken mengatakan, sejumlah legislator lain juga mendukung petisi yang mereka ajukan. “Jumlah pendukung lebih dari 100 orang, bahkan akan bertambah terus,” ungkap Franken.

Sebelumnya, tiga perempuan yang menuduh Donald Trump melakukan pelecehan seksual meminta kongres membuka penyelidikan terkait perilaku orang nomor satu di negara itu.

Ketiga perempuan tersebut adalah Jessica Leeds, Rachels Crooks, dan Samantha Holvey. Mereka menganggap penyelidikan etik terhadap Trump patut dipertimbangkan menyusul maraknya pengungkapan skandal pelecehan seksual yang dilakukan oleh sejumlah tokoh di Amerika dari selebritis Hollywood, media, hingga politikus.

Salah satu yang paling menyulut perhatian adalah skandal yang menjerat produser kawakan Hollywood Harvey Weinstein dan tiga anggota Kongres, yang baru terkuak belakangan ini. “Kongres harus mengesampingkan afiliasi partai mereka dan menyelidiki riwayat pelecehan seksual yang dilakukan Presiden Trump,” tutur Crooks, seorang mantan resepsionis sebuah firma real estate. Meski ketiganya meyakini Trump tidak akan dimakzulkan karena ulahnya ini, para wanita itu meminta pertanggung jawaban presiden berusia 70 tahun itu.

Sementara itu, Brave New Films, lembaga pembuat film nonprofit, menunjukkan sebuah video berisi cerita dari 16 kesaksian wanita yang mengklaim sebagai korban pelecehan Trump. Di dalam film pendek tersebut, belasan perempuan itu menuduh Trump mencium mereka, meraba bagian tubuh, hingga meletakkan tangan di atas rok mereka tanpa izin dan tak sesuai dengan keinginan mereka.

Senator Demokrat, Kristen Gillibrand mengatakan kesaksian para perempuan itu adalah kredible dan patut digunakan sebagai bukti penyelidikan. Gillibrand bahkan menuntut Trump untuk mengundurkan diri karena tuduhan pelecehan tersebut. “Tuduhan pelecehan ini kredibel. Korban sangat banyak. Saya pernah mendengar kesaksian para wanita ini, dan banyak cerita dari mereka sangat memilukan. Jika Trump tidak segera mengundurkan diri, kongres harus melakukan penyelidikan yang sesuai atas perilakunya dan meminta pertanggungjawaban kepada Trump.”

Tudingan pelecehan seksual sudah menghantui Trump sejak masa kampanye pemilihan presiden pada 2016. Tuduhan itu bermula saat sebuah video percakapan Trump dengan seorang presenter Amerika pada 2015, terkuak saat kampanye berlangsung.

Di dalam rekaman itu, Trump kedapatan berbicara vulgar dan mengatakan dirinya mencoba melakukan hubungan seks dengan sejumlah wanita. Trump telah meminta maaf atas percakapannya itu tapi menyebut perbincangan itu hanya “sebuah obrolan pribadi”. Trump berusaha meyakinkan bahwa dirinya tidak melakukan hal-hal yang dibicarakan tersebut.

Selama dua tahun terakhir belasan perempuan telah angkat bicara dan menuduh Trump melecehkan mereka. Tindakan tidak etis ini bahkan diduga telah dilakukan Trump jauh sebelum dirinya terjun ke dunia politik.

Menghadapi tuduhan terbarunya itu, Trump tetaplah Trump yang keras kepala. Ia menilai itu hanyalah kerjaan anggota kongres dari Partai Demokrat yang sengaja memanas-manasi. Lewat Twitter, Trump menuduh Partai Demokrat memainkan politik partisan dan menyangkal kenal dengan perempuan-perempuan yang telah meningkatkan tuduhan terhadapnya. “Meskipun telah menghabiskan ribuan jam kerja dan jutaan dolar, Partai Demokrat tidak bisa menunjukkan kolusi apapun dengan Rusia, sehingga kini mereka beralih ke tuduhan dan cerita bohong tentang sejumlah perempuan yang bahkan tidak saya kenal dan tidak pernah saya temui. FAKE NEWS!” cuit Trump.

Trump juga mengecam Kirsten Gillibrand. “Senator (kelas ringan) Kirsten Gillibrand, seorang yang jelas antek-antek bagi Senator Chuck Schumer dan seorang yang tidak beberapa lama lalu datang ke kantor saya untuk “memohon” sumbangan kampanye (dan akan melakukan apapun untuk mendapatkannya), kini bersama jaringan yang melawan Trump. Saya tidak setia pada Bill dan Crooked-USED (merujuk pada Hillary Clinton.red),” lanjut Trump.

Gillibrand menanggapi cuitan itu lewat Twitter-nya dengan mengatakan Trump tidak bisa menyangkal hak perempuan untuk menyuarakan opini mereka tentangnya. “Anda tidak bisa membungkam saya atau jutaan perempuan yang telah dipinggirkan untuk berbicara lantang tentang ketidaklayakan ini dan hal memalukan yang Anda bawa ke Gedung Putih.”[] VOA | TEMPO | CNN

Continue Reading

Varia

Intelijen Cina Beraksi di Jerman Lewat Akun Linkedin Palsu

Published

on

By

Ilustrasi

BADAN intelijen Jerman atau BfV membongkar praktek intelijen Cina yang menggunakan akun Linkedin palsu untuk menggali informasi prbadi dari para politis, diplomat, dan pejabat lainnya. Selama sembilan bulan, BfV meneliti akun Linkedin palsu yang digunakan Cina untuk aksi intelijennya di Jerman.

Para agen intelijen Cina menyaru sebagai ilmuwan, peneliti, atau head hunter untuk merekrut tenaga kerja. Para agen mata-mata Cina ini telah memiliki lebih dari 10 ribu situs jaringan profesional warga Jerman.

BfV mempublikasikan temuan profil akun linkedin palsu ini dan mendesak warga Jerman untuk waspada terhadap media sosial. “Boleh jadi jumlah target individu sangat banyak dan profil palsu masih belum dapat diidentifikasi,” kata juru bicara BfV seperti dikutip dari Time, 11 Desember 2017.

Beberapa profil palsu yang dipublikasikan di Linkedin misalnya bernama Rachel Li sebagai head hunter at RiseHR dan Alex Li, manajer proyek di Pusat Studi Pembangunan Sino-Eropa. Para agen Cina ini memuat foto-foto profil yang stylish dan mereka pada umumnya lelaki dan perempuan muda. Hasil penelusuran Reuters menunjukkan, para agen ini sudah terhubung dengan beberapa diplomat dan politis senior di beberapa negara di Eropa.

Gara-gara temuan BfV, perhatian masyarakat Eropa semakin besar. BfV mengajak warga Jerman untuk menghubungi BfV jika mereka menemukan orang yang mencurigakan atau dugaan pelakunya di media sosial.[] TEMPO

Continue Reading

Copyright © 2015