Ratusan masyarakat Gampong Ladang Kecamatan Susoh menjadi pemeran dalam simulasi penanggulangan bencana gempa dan tsunami. Rangkaian kegiatan itu digelar Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Barat Daya bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Aceh, Kamis 28 November 2013.

Selain ibu-ibu dan anak-anak, kegiatan itu melibatkan unsur TNI/Polri, RAPI, SAR, PMI, Tagana, Satpol PP dan WH, Dinas Perhubungan dan petugas kesehatan. Skenario simulasi berlangsung sesuai rencana.

Kepala BPBK Abdya, Jusbar, didampingi Ketua Panitia Pelaksana, Baizar, kepada wartawan mengatakan, simulasi dilakukan secara serentak di wilayah pantai barat selatan, seperti di Kabupaten Nagan Raya, Aceh Selatan dan Aceh Barat Daya.

“Wilayah Aceh Barat Daya merupakan sentral dari pelaksanaan simulasi untuk wilayah pantai barat selatan. Kita sengaja memilih lokasi simulasi di Gampong Ladang karena merupakan daerah pesisir yang rawan terjadinya bencana,” ungkap Jusbar.

Simulasi itu, kata dia, bertujuan mengurangi resiko serta dampak buruk dari gempa dan tsunami, sehingga sangat penting diketahui oleh masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah pantai.

Pada simulasi itu, kata Jusbar, peserta diajarkan cara menyelamatkan diri saat terjadi gempa dan tsunami serta memberikan pertolongan pertama terhadap korban.b

“Lalu dipandu dalam proses evakuasi yang dipusatkan di halaman kantor bupati. Jadi masyarakat baik tua maupun muda harus berlarian untuk menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi, serta juga dibantu dengan beberapa unit kendaraan, sehingga proses evakuasi berjalan lancar,” ujarnya.

Saat terjadi gempa dan tsunami, kata Jusbar, masyarakat diminta tidak panik tapi perlu waspada dan berupaya menyelamatkan diri, baik dari reruntuhan bangunan maupun dalam proses penyelamatan diri ke titik yang lebih tinggi dan aman.

Wakil Bupati Aceh Barat Daya Yusrizal Razali saat simulasi itu berharap kepada seluruh masyarakat di daerah pesisir agar melakukan langkah dini yang tepat dan akurat untuk penyelamatan diri dan anggota keluarga jika suatu saat terjadi bencana, mengingat tingginya ancaman resiko tsunami. Apalagi, kata Yusrizal Razali, wilayah pantai barat selatan Aceh rentan akan bahaya tsunami.

Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mencatat, pesisir barat selatan Aceh merupakan daerah sangat rawan gempa. Dalam sebulan tercatat rata-rata 15 kali gempa bumi baik yang dirasakan maupun tidak.

Yusrizal Razali juga meminta kepada para peserta simulasi menindaklanjuti dan mengembangkan ilmu yang didapat saat simulasi, agar berguna untuk mengurangi resiko bencana.

“Saya berharap masyarakat dapat mengantisipasi berbagai resiko bencana yang terjadi di luar dugaan, yang berakibat kepanikan. Selain itu, kegiatan ini juga dapat dilaksanakan di sejumlah kecamatan lain. Sebab pada umumnya, daerah Aceh Barat Daya rawan tsunami.” [] Nasruddin Muhammad Jalil

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.