ANGGOTA Komite II Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Rafli, pulang kampung ke Aceh Selatan. Di kampung kelahirannya, Rafli bertemu warga untuk menjaring aspirasi mereka, terutama masyarakat di Kecamatan Samadua.

Dalam siaran pers yang diterima cerana.net, Rafli mengatakan ia juga bertemu Ketua Forum Komunikasi Percepatan Pembangunan Samadua, Maisus Syarif, pada Selasa, 16 Desember 2014, di kediaman Rafli. Pertemuan dalam rangka reses itu juga dihadiri tokoh-tokoh masyarakat Samadua.

“Saya berharap Rafli sebagai senator asal Aceh yang lahir di Samadua dapat memperjuangkan dan mengawal program-program percepatan pembangunan Pantai Barat Selatan maupun Aceh, yang nanti akan diusulkan ke kementerian melalui dinas terkait,” ujar Maisus Syarif.

Masyarakat Samadua, kata Maisus, berharap beberapa sektor seperti ekonomi, infrastruktur, pangan, dan potensi kekayaan alam bisa menunjang kesejahteraan hidup warga di sana. Maisus juga meminta Rafli memperjuangkan pembangunan tanggul pengaman Sungai Samadua karena alirannya sudah mengancam perumahan penduduk di 24 gampong.

“Selain itu, pembangunan PPI Gunung Cut Samadua dalam rangka peningkatan pendapatan nelayan dan kontribusinya terhadap penerimaan pendapatan daerah, juga perlu dipikirkan pemerintah dan diperhatikan Rafli,” ujarnya.

Untuk bidang transportasi, kata Maisus, Kecamatan Samadua merencanakan membuka jalur isolasi penghubung ke Kabupaten Gayo Lues. Jalan ini, kata Maisus, selain jalur transportasi umum juga untuk jalur pengangkutan komoditi di kedua kabupaten.

Rafli menerima semua usulan tersebut. “Dalam mewujudkan menjadi kegelisahan masyarakat, terlebih dahulu kita perlu membagi kategori perencanaan pembangunan, seperti pembangunan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang,” ujar Rafli

Menyangkut ketahanan pangan, Rafli mengusulkan untuk memanfaatkan lahan tidur di Samadua yang mencapai puluhan ribu hektare. Ia menambahkan, “Untuk mewujudkan visi dan misi Pemerintah Jokowi-JK di bidang swasembada pangan dan swasembada daging, tidak diragukan lagi, Aceh Selatan merupakan salah satu daerah untuk mewujudkan target pemerintah ke depan.”

Sementara pemanfaatan potensi keindahan alam, Rafli dan masyarakat sudah bersepakat membangun ekowisata di kawasan Gunong Topi yang memiliki puluhan air terjun, gunung-gunung batu terjal, dan batu giok ukuran raksasa. Selain itu, kata Rafli, di Gunung Topi masih bisa ditemukan Badak Sumatra, orangutan, burung merak, siamang dan ikan-ikan air tawar di sepanjang aliran sungai yang masih sangat alami. “Ini adalah harmoni alam yang paling mahal demi regenerasi seumur masa,” ujar Rafli.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.