Regalium magum

by Dian Guci

Dalam topinya yang tinggi ia menyimpan panorama seribu satu malam,

New York dengan Central Parknya, dengan nafas musim gugur yang dipetiknya

dari dedahan pohon poplar,

Kremlin menjelma es krim pelangi pembujuk bocah merajuk,

Hingga Istanbul, yang membuka kehangatan toko-toko bagi kucing gelandangan, dimalam badai bulan Aralik,

Namun gadis yang meminta agar kekasihnya dihidupkan kembali,

setelah jenazahnya yang terbakar digali dari pasir,

disuruhnya pulang seraya dibekali kata-kata,

yang hinggap dalam udara bagai kakaktua di bahu perompak:

…si Cantik Sawitri membuntuti Batara Yama hingga ke Keabadian,

Sanggupkah gadis membuntuti aku, hingga ke jembatan ilalang di antara malam dan siang?

Rumah Panjang, 17 Februari 2017

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.