Connect with us

Gaya

Perdana Menteri Inggris Beli Mobil Bekas untuk Istri

Published

on

David Cameron dan penjual mobil bekas, Iain Harris | BBC

PERDANA Menteri Inggris David Cameron membeli mobil bekas seharga 1.500 pounds atau sekitar Rp29 juta untuk istrinya, Samantha.

Mobil yang dibeli Cameron bermerek Nissan jenis Micra di sebuah showroom kawasan Minster Lovell, Oxfordshire, pada Jumat, 20 Mei 2016.

Pemilik showroom, Harris, 44 tahun, menuturkan, awalnya ia ditelepon saat berada di kantornya di Pusat Mobil Bekas Witney, wilayah pemilihan sang perdana menteri.

Harris berpikir telepon dari tim keamanan PM yang mengatakan bahwa David Cameron tertarik pada mobil itu adalah sebuah ‘tipuan.’

“Saya pikir itu telepon dari salah satu teman yang akan menipu dan saya hanya duduk-duduk di sini tidak melakukan apapun selama setengah jam. Terutama saat dia bilang menginginkan Nissan Micra.”

Namun, pesana mobil lewat telepon itu sesuai kenyataan. Cameron kemudian datang ke showroom untuk melihat mobil warna biru tersebut.

Saat melihat mobil tersebut, Cameron meminta petugas keamanan  berdiri di belakang mobil untuk memastikan lampu rem belakang berfungsi.

Ketika itu, kata Harris, dia tak tahan untuk mencandai sang PM bahwa beruntung mobil itu tidak berwana merah – warna Partai Buruh. “Untungnya, warna mobil tersebut tepat untuk dia,” kata Harris.

Harris menambahkan: “Itu agak surealis, tapi bagaimanapun juga dia hanya seorang pria biasa yang ingin membelikan mobil untuk istrinya. Kami mengobrol normal seperti yang lainnya, dalam kesepakatan jual beli dan cuma itu saja.”

David Cameron dan istrinya memang dikenal sebagai pasangan pejabat yang ‘merakyat’. Pada 11 Desember 2011, Samantha Cameron mengejutkan banyak orang ketika terlihat berbelanja seorang diri di Ikea, London. Ia tidak didampingi seorang pun pengawal atau pembantu yang siap membantunya membawa barang-barang belanjaannya.

Tanpa terlihat canggung, istri orang nomor satu di pemerintahan Inggris itu terlihat mengangkat sendiri barang-barang belanjaan keperluan rumah tangga, lalu meletakkannya di troli.

Yang dilakukan Samantha rupanya membuat banyak orang terkesan. “Dia berusaha berbaur dengan pembelanja lain dan sangat menikmati menjadi orang biasa yang sedang berbelanja. Mengesankan sekali istri seorang perdana menteri tidak mengharap perlakukan khusus,” kata seorang pembelanja.[] BBC | KOMPAS

Advertisement img-20160906-wa0001
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tech

Mirip Google Maps, Aplikasi AWay Karya Anak Aceh Juara Dua Nasional

Published

on

By

Para punggawa AWay | Istimewa

APLIKASI Aceh Way atau AWay karya Alrizki Istighfar Ekatama dan Riki Agusnaidi, developer muda Aceh, meraih juara dua tingkat nasional pada ajang DILo Hackathon Festival yang digelar Telkom Indonesia melalui Digital Innovation Lounge (DILo).

Tim duapertiga ini meraih juara setelah unggul dari 30 peserta lainnya dari berbagai daerah di Indonesia yang telah melewati seleksi ketat di Jakarta. Para pemenang diumumkan pada 8 Desember 2017 lalu.

Atas keberhasilan tersebut, Tim Duapertiga asal Aceh bersama dengan tim dari Balikpapan (juara I) dan Bali (Juara III) berkesempatan mengikuti Exhibition Indigo Day dan menerima penghargaan di Jakarta pada 14 Desember mendatang. “Dengan keberhasilan ini, kami diberi kesempatan mempromosikan aplikasi pada stan yang disediakan sehingga nantinya kita berharap akan ada investor yang tertarik,” ujar Ekatama, yang akrap disapa Tama, Ahad, 10 Desember 2017.

Aplikasi AWay, kata Tama diciptakan untuk memudahkan siapa saja yang akan berkunjung ke Aceh. Menurutnya AWay merupakan sebuah singkatan yang pluralistis. “Bisa menjadi Aceh Way, A Way, atau Away (baca awai) dalam Bahasa Aceh artinya asal, awal, permulaan yang menandakan kami sebagai pionir untuk memudahkan siapa saja yang akan berkunjung ke Aceh.

Pada dasarnya, kata dia, aplikasi berbasis peta ini mirip Google Maps. Namun, AWay memiliki keunikan tersendiri. Menurut Tama, keunikan AWay terletak pada pembagian suatu tempat berdasarkan kategori seperti ATM, restoran, tempat ibadah, grosir, minimarket, halte, bengkel mobil dan lain-lain, sesuai perkembangan kebutuhan manusia.

Selain itu, pengguna juga bisa melihat seluruh next event dari suatu tempat dengan cara mengeklik. Event-event yang ditampilkan bersifat lokal dan kurang terekspos.

Dengan AWay, kata Tama, pengguna juga bisa menambahkan lokasi yang belum ada di Google Maps. Nantinya, terus melengkapi tempat-tempat yang akan menjadi rujukan bagi siapa pun yang ingin mengunjungi Aceh. “Dengan aplikasi ini harapan kami tentang masalah kalau dulu istilahnya, malu bertanya sesat di jalan, kalau sekarang nggak mesti nanya kita sudah tahu jalan. Jadi mari kita jalan-jalan ke Aceh.”

Ekatama dan Riki merupakan alumni D3 Manajemen Informatika Fakulta MIPA Universitas Syiah Kuala. Kini, Ekatama tercatat sebagai tenaga IT di Perpustakaan UIN Ar-Raniry. Sedangkan Riki sebagai konsultan sekaligus developer di CV Alif Media.

Continue Reading

Tech

Situs Malaysia yang Diretas Pulih Lagi

Published

on

By

BEBERAPA situs Malaysia yang menjadi korban peretasan kelompok hacker Indonesia yang menamakan diri ExtremeCrew, mulai pulih kembali walaupun belum sepenuhnya.

Misalnya, situs Radio Televisyen Malaysia (rtmsarawak.gov.my) milik Kementerian Komunikasi dan Multimedia Malaysia. Pada Kamis siang sekitar pukul 13.20 WIB, situs ini telah aktif kembali dengan beberapa bagian website masih dalam penyempurnaan. Namun, di bagian dalam situs tepatnya di http://rtmsarawak.gov.my/galeri_gambar.php masih terkena peretasan. Di situ tertulis “Touched by */POD14H* TKCHT | The Killer Clown”. Peretas memajang gambar bendera merah putih dan menuliskan Dirgahayu Republik Indonesia dengan suara latar lagu-lagu perjuangan seperti Kebyar-kebyar.

Tak diketahui pasti apakah peretas ini satu gerombolan dengan ExtremeCrew.

Website milik pemerintah yang lain seperti Jabatan Pendidikan Negeri Perak yang beralamat di jpnperak.moe.gov.my juga belum bisa diakses. Jabatan Pendidikan Negeri Perak merupakan salah satu situs milik Kementerian Pendidikan Malaysia.

Sebelumnya, hacker juga meretas situs Jabatan Perkhidmatan Veterinar (dvs.gov.my) milik Kementerian Pertanian dan Industri Asas Tani Malaysia. Peretas yang menamakan dirinya Hacker Sakit Hati (HsH) membajak domain situs otoritas yang menangani urusan peternakan itu.

Pembajak tak hanya membajak laman muka situs ini, tapi juga masuk ke subdomain situs. Ada belasan subdomain yang berhasil diretas. Hingga Kamis siang, subdomain tersebut tak bisa diakses. Adapun halaman utama website dan menu-menunya telah pulih kembali.

Sementara, puluhan situs lain milik swasta juga belum sepenuhnya tampil kembali. Saat diakses, situs-situs itu sebagian hanya menampilkan daftar direktori website.

Setidaknya, ada beberapa gelombang peretasan yang dilakukan hacker Indonesia ke puluhan situs Malaysia setelah insiden pemasangan bendera Indonesia terbalik di buku pedoman SEA Games 2017.

Gelombang pertama dilakukan diri ExtremeCrew yang meretas sejumlah situs dengan mengunggah buku panduan SEA Games 2017 bergambar bendera merah putih yang dicetak terbalik dengan memuat tulisan: Bendera Negaraku Bukanlah Mainan!

Kelompok hacker Indonesia itu kemudian mengunggah lagu Indonesia Pusaka sebagai latar belakang tulisan tersebut. Kode serangan kelompok hacker bernama “#OPMALAYSIA. Nama-nama anonim para hacker tercantum di bagian bawah website yang dibajak.

Sedikitnya 27 situs di Malaysia menjadi sasaran para hacker. Kebanyakan situs yang diretas itu milik perusahaan swasta. Salah satunya, kualalumpurmalaysia.com. Beberapa situs itu kemudian ditutup setelah diserang oleh para hacker yang mengaku berasal dari Indonesia.

Namun, situs kurir Malaysia, Easyparcel.my juga diretas oleh kelompok hacker yang berbeda. Perusahaan kemudian menutup situsnya untuk perbaikan dan penyelidikan. Kamis siang terlihat situs telah normal kembali.

Gelombang kedua dilakukan peretas yang menyasar situs-situs milik pemerintah. Salah satunya yang dilakukan The Killer Clown terhadap website milik Kementerian Peternakan Malaysia.

Pengamat keamanan dan Technical Consultant PT Prosperita-ESET Indonesia kepada CNNIndonesia.com, Selasa lalu mengatakan situs pemerintah Malaysia yang dibajak memang memiliki kelemahan keamanan lantaran situs tersebut kurang dijaga. “Jika dilihat dari tahun (yang ada) pada file dan folder sepertinya ini web lama yang kurang di-maintain,” ujar Yudhi.

Hal itu, kata dia, seharusnya tidak terjadi untuk web-web yang dikelola pemerintah. “Sudah seharusnya memikirkan faktor keamanan. Karena biasanya setelah web selesai, faktor itu tidak diperhitungkan,” tambahnya lagi. “Tentunya harus diiringi dengan maintenance apps/ sistem.”

Salah satu antisipasi keamanan yang paling penting dilakukan adalah dengan melakukan security patching alias tambalan keamanan. Ini adalah teknik untuk memperbaiki berbagai lubang keamanan pada sistem yang tidak terdeteksi sebelumnya.

Selain itu, pengamat keamanan Vaksincom, Alfons Tanujaya mengritisi aksi peretas agar jangan sembarangan membajak situs Malaysia. “Bukan asal semua situs .m, karena yang salah ‘kan bukan orang Malaysia. Hanya sebagian dari panitia SEA Games yang salah,” ujarnya.

Sementara dari segi tekniknya, para hacker diyakini menggunakan metode deface dan DDOS untuk menyerang situs-situs tersebut.

Teknik deface adalah mengubah halaman–umumnya halaman depan situs–lalu mengganti dengan pesan tertentu. Metodenya dengan mengganti atau menyisipkan berkas pada server.

Umumnya teknik ini bisa dilancarkan dan digabung dengan SQL injection. Teknik ini bertujuan mencari celah atau kelemahan situs yang akan diretas.

Sedangkan DDoS atau Distributed Denial of Service, merupakan teknik penyerangan dengan menghabiskan kapasitas sebuah server atau komputer. Ketika terkena DDOS, sebuah server atau komputer tak mampu lagi bekerja sebagaimana mestinya bahkan mati.

Serangan DDoS dapat dilakukan dengan menjalankan sebuah software pada beberapa komputer. Software tersebut bisa LOIC, HOIC, Hulk dan lain-lain. Bahkan hanya dengan notepad saja, serangan ini dapat dilakukan.

KBA.ONE

Continue Reading

Jelajah

Cuaca Buruk, Pendaki Malaysia Hipotermia di Gunung Leuser

Published

on

By

Tim Pendaki Malaysia | Harian Metro

PENDAKI gunung asal Malaysia mengalami hipotermia atau penurunan suhu tubuh secara drastis saat mendaki Gunung Leuser.

Seperti dikutip dari laman Badan SAR Nasional, pendaki yang terkena hipotermia itu bernama Ahmad Nazit Rashid, 40 tahun, asal Simpang Teluk Teduri, Kedah. Ia sakit di bagian perut dan hipotermia saat mendaki bersama 12 pendaki Malaysia dan sembilan porter (pengangkut barang) asal Indonesia.

Tim tersebut naik dari Keudah, Gayo Lues, menuju puncak Leuser pada koordinat 03 49 12 Lintang Utara – 097 10 44 Bujur Timur. Informasi ini diterima Kantor SAR Banda Aceh dari Mustaqim warga negara Malaysia pada Sabtu, 10 Desember 2016 pukul 21.27 WIB.

SAR Banda Aceh kemudian memberangkatkan tim penyelamat dari Pos SAR Kutacane berjumlah 6 personil menuju Blangkejeren, Gayo Lues.

Pada Ahad pagi, tim penyelamat tiba di posko Pintu Keudah dan berkoordinasi dengan unsur terkait seperti TNI, Polri, Polhut dan masyarakat setempat untuk melakukan evakuasi.

Namun, karena kondisi lokasi tidak efektif  disepakati tim pendaki untuk turun ke posko dengan membawa korban. Hal ini karena waktu tempuh dari Posko Pintu Keudah ke lokasi Bipak Kaleng kurang lebih enam perjalanan dan cuaca kurang mendukung. Tim SAR gabungan disebut baru mendaki pada hari ketiga, Rabu, 14 Desember 2016.

Harian Metro di Malaysia yang mengutip keterangan Mustaqim dari Global Communication Center menuliskan, 13 pendaki berusia 15 hingga 41 tahun itu memulai pendakian pada 1 Desember. Insiden yang menimpa Ahmad Nazit terjadi pada hari ketujuh pendakian.

Suhu yang mencapai satu derajat celsius ditengarai menjadi kendala utama operasi penyelamatan korban. Hingga Kamis, 15 Desember, nasib pendaki yang terkena hipotermia dan tim serta para porter belum diketahui.

Menurut Mustaqim dalam tim ekspedisi Malaysia Trans Lung 2016 itu juga terdapat tiga pendaki wanita. Tim dilaporkan tiba pada Base Camp Jalur Keudah, Leuser, pada 2 Desember setelah 20 jam perjalanan darat dari Medan.

Setelah sepekan mendaki, kata Mustaqim, tim tiba di Kamp Bipak Kaleng pada ketinggian 2,972 meter saat cuaca buruk.

“Mereka terpaksa berhenti akibat cuaca buruk tetapi secara tiba-tiba Ahmad Nazit mengalami hipotermia. Suhu badannya jatuh mendadak dan degup jantungnya menjadi lemah,” ujarnya.

Saat itu, kata dia, ketua tim Khairil Aslan berada di ketinggian 3,404 meter bersama tiga porter dari Aceh.

“Khairil Aslan naik ke puncak gunung untuk mendapatkan bantuan dan berhasil menghubungi saya Sabtu lalu pada 6.38 petang melalui ‘distress call’,” ujar Mustaqim. Ia kemudian menghubungi Badan SAR Nasional pada jam delapan malam.

Tim sedianya dijadwalkan kembali ke Malaysia pada 17 Desember.[]

HARIAN METRO | ASTRO AWANI | VIVA

Continue Reading

Copyright © 2015