KEPOLISIAN Sektor Pidie meringkus DRM, 44 tahun, wartawan gadungan. Warga Langsa ini diduga memeras sejumlah pemilik pangkalan tabung gas berbekal sebuah kartu pers.

Kepala Polsek Pidie Chairil Anshar mengatakan dalam setiap aksinya, DRM mengaku-aku bekerja untuk sebuah portal media acehonline.info. Pria ini beraksi di lima kecamatan: Sakti, Delima, Padang Tijie, Pidie dan Muara Tiga.

Jika dirata-ratakan, kata Chairil, jumlah uang yang didapatkan DRM dari setiap kejahatannya itu Rp250 ribu. “Atas laporan korban kami berusaha melacak keberadaan wartawan gadungan tersebut,” ujar Chairil.

Setelah berkoordinasi dengan kepolisian di sektor lain, akhirnya keberadaan DRM diketahui. Dia ditangkap di Gampong Suka Jaya, Kecamatan Muara Tiga, saat hendak memeras pemilik pangkalan gas di daerah itu.

DRM mengaku bukan wartawan acehonline.info. Kartu pers itu dibuatnya sendiri di Lhokseumawe. Jika terbukti, kata Chairil, DRM akan dipidana penjara selama empat tahun.

Pemimpin redaksi acehonline.info, Haris ST, berterima kasih atas kerja cepat polisi membekuk DRM. Dia meminta polisi menindak tegas pencatut nama medianya. Menurut Haris, tindakan ini tak hanya mencemarkan nama medianya, tapi juga merusak kredibilitas wartawan lain.

“Tugas wartawan itu mewawancarai narasumber dan menulis berita. Kalau memeras narasumber, itu bukan wartawan,” kata Haris. “Kami tidak pernah membiarkan wartawan acehonline melakukan pelanggaran etika jurnalisme ini.”

Tindakan DRM, kata Haris, sangat memalukan. Dia juga berharap masyarakat, siapa saja, untuk tidak takut melaporkan setiap wartawan yang meminta uang kepada narasumber, apalagi sampai mengancam.[]

AJNN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.