TEH telah ratusan tahun diakui umat manusia sebagai minuman menyegarkan serta membawa efek kesehatan pada tubuh. Bila kopi si hitam perkasa dipersepsikan sebagai minuman maskulin, maka teh yang memiliki aroma ringan dan warna halus mendapat merek minuman feminin. lengkap dengan atribut sopan santun serta basa basi yang biasa menyertai wanita.

Sama seperti wanita, teh juga misterius. Ia dapat dicampur dan direka dengan banyak sekali bahan lain untuk menghasilkan minuman baru yang tak kalah sedap, tanpa kehilangan ciri khas aroma tehnya.

Banyak bangsa menjadikan minum teh sebagai suatu ritual yang kemudian menjadi ciri khas bangsa tersebut. Jepang misalnya, dengan seni upacara minum teh-nya yang rumit dan indah, atau Inggris, yang menjadikan acara minum teh disore hari sebagai suatu keniscayaan yang tak boleh ditinggalkan.

Nah, cerana.net mengundang Anda untuk duduk santai, menyiapkan kudapan dan menyeduh secangkir teh yang harum—sambil menikmati penampakan minuman teh di delapan penjuru angin.

Aceh

Tidak sah rasanya artikel teh ini bila tidak memuat teh sanger, teh racikan khas seduhan orang Aceh. Rakyat Aceh sangat menyukai kopi, karena itu teh orang Aceh adalah teh hitam yang dicampur kopi dan susu kental, lalu dikocok sampai berbuih. Disajikan panas atau dingin, sama enaknya. Apalagi ditemani roti tawar tebal khas Aceh yang diolesi selai sarikaya. Mertua lewat pun tak ditengok.

sanger-aceh

Pasundan (Jawa Barat)

Tanah Priangan yang hitam gembur itu cocok untuk segala tanaman, otomatis perkebunan teh tersebar di hampir semua dataran tingginya. Teh Pasundan tergolong dalam teh hijau; rasanya halus, tidak sekuat teh Jawa Tengah atau Timur.

teh-pasundan

Teh Poci Tegal

Orang Tegal, sebuah kota di Jawa Tengah, menyukai teh hitam kental yang panas, disajikan dalam poci kecil dari terakota dan diminum bersama gula batu. Ungkapan ‘teh nasgitel’ (panas, legi, kenthel) menggambarkan kesukaan orang Tegal ini. Poci tanah liat memberi teh nasgitel Tegal rasa dan ‘wangi tanah’ yang khas, yang sangat dicari para penggemar teh poci.

teh-tegal

Sumatera Barat

Orang Minang penyuka hidangan gurih, maka tak heran teh khas mereka pun memiliki rasa agak gurih. Teh talua (teh telur) dibuat dengan mengocok sebutir telur ayam kampung bersama gula. Setelah campuran ini mengembang, lantas diseduh dengan air teh yang dibuat dengan air mendidih. Sedikit perasan air jeruk nipis ditambahkan sebagai sentuhan terakhir.

teh-sumbar

[]Dian Guci

Baca Artikel Sebelumnya:

Penampakan Teh di Berbagai Belahan Dunia (Bagian I)

Penampakan Teh di Berbagai Belahan Dunia (Bagian II)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.