AHLI kopi dari Specialty Coffee Association of Europe (SCAE), Hans Dahlqvist, menilai kopi Arabika yang tumbuh di Dataran Tinggi Gayo, Aceh Tengah, memiliki cita rasa luar biasa.

“Excellent!” ujar dia spontan saat ditanya bagaimana cita rasa dan aroma kopi Gayo yang sedang ia nikmati pada acara makan malam di Pendopo Bupati Aceh Tengah, Senin, 16 November 2015.

“Saya sudah menghabiskan dua gelas. Ini benar-benar excellent,” ujar pria asal Stockholm Swedia itu.

Hans Dahlqvist tidak sedang main-main. Ia dan beberapa rekan semejanya dari SCAE tampak berkali-kali memesan kopi yang disajikan dalam gelas kecil seukuran 30 ml.

Hans satu dari 19 orang yang berasal dari 11 negara yang datang ke Gayo untuk melihat dari dekat usaha perkebunan kopi. Kedatangan mereka juga untuk menjajaki kemungkinan hubungan dagang memasarkan kopi Gayo di Eropa.

Setibanya di kota dingin itu, pada Sabtu malam lalu, mereka langsung diundang makan malam di pendopo oleh Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin.

Peserta lain yang ikut rombongan SCAE, Sergiy Reminny asal Ukraina, juga tampak begitu menikmati kopi Gayo. Bahkan ia tidak pernah menolak setiap kali ditawari cangkir berisi sari kopi berikutnya.

General Director IONIA Il Caffe ini mengatakan kalau dia sedang ketagihan kopi Gayo. Bahkan saat ditanya perbandingan cita rasa kopi Gayo dengan kopi yang berasal dari luar negeri, misalnya Brazil, Reminnyy memberikan jawaban yang mengejutkan.

“Jadilah diri sendiri. Jangan dibanding-bandingkan,” ujarnya sambil meneguk kopi lagi.(kompas.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.