Connect with us

Kuliner

Menu Halal dari Chef Non Muslim di Kordoba

Published

on

Chef Paco Morales | El Mundo

MENU halal semakin dilirik untuk sajian fine dining. Kini sebuah restoran di Spanyol menawarkan pilihan makanan mewah halal.

Chef Paco Morales asal Spanyol mencoba menu halal untuk restoran barunya, Noor. Restoran rencana dibuka bulan depan di kampung halamannya, Kordoba, Andalusia. Meski belum beroperasi, reservasi Noor sudah penuh sampai bulan Februari tahun depan.

Pengunjung restoran Noor nantinya bisa memesan halal set menu. Walaupun restoran juga menyediakan menu tidak halal. Menurut regulasi di Spanyol, makanan disiapkan di dapur yang sama namun ada bagian terpisah antara halal dan non-halal. Begitu pula perbedaan alat masak.

Chef Morales yang merupakan seorang non Muslim ini mengatakan pilihan halal tidak akan dihilangkan dari pengalaman santap di Noor.

“Tidak ada babi, tidak ada wine, tidak masalah. Makanan tetap bisa sama, tergantung kreativitas kita,” kata Morales, seperti dilansir The Straits Times, Sabtu, 14 November 2015.

Ia pun akan menyajikan hidangan halal dengan tingkatan lebih tinggi. Setelah sebelumnya restoran Ferrero miliknya tutup tahun 2013 karena krisis keuangan. Padahal restoran tersebut sempat mendapat 1 bintang Michelin.

Adapun keinginan chef Morales menyediakan hidangan halal karena terpengaruh Kordoba. Pada abad ke-10, wilayah ini didominasi pemeluk Muslim.

“Hidangan saya dipengaruhi budaya Kordoba. Saya ingin membuat kembali makanan seperti dulu,” tambah Morales.

Di Kordoba saat ini tidak banyak restoran halal. Chef Morales pun berharap lebih banyak pemilik bisnis mengikuti jejaknya. “Untuk mengembangkan bisnis dan budaya Kordoba, kita perlu lebih banyak restoran halal.”

Chef yang berusia 34 tahun ini telah mendapat penghargaan akan kemampuannya di restoran Spanyol terkenal seperti Mugaritz dan elBulli. Tapi sajiannya di Noor mendapat pengaruh kuat Arab dan Afrika Utara. Beberapa bahan favorit chef Morales untuk masak memang meliputi minyak argan, air mawar, safforn, kunyit, kayu manis dan jintan.

Sementara itu, menikmati halal dengan cara berbeda mulai dilakukan chef di Eropa. Selain Noor, Graes Dining di Inggris juga membuat pengalaman fine dining memakai daging halal.(republika.co.id)

Advertisement img-20160906-wa0001
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kuliner

Penampakan Teh di Berbagai Belahan Dunia (Bagian III)

Published

on

By

TEH telah ratusan tahun diakui umat manusia sebagai minuman menyegarkan serta membawa efek kesehatan pada tubuh. Bila kopi si hitam perkasa dipersepsikan sebagai minuman maskulin, maka teh yang memiliki aroma ringan dan warna halus mendapat merek minuman feminin. lengkap dengan atribut sopan santun serta basa basi yang biasa menyertai wanita.

Sama seperti wanita, teh juga misterius. Ia dapat dicampur dan direka dengan banyak sekali bahan lain untuk menghasilkan minuman baru yang tak kalah sedap, tanpa kehilangan ciri khas aroma tehnya.

Banyak bangsa menjadikan minum teh sebagai suatu ritual yang kemudian menjadi ciri khas bangsa tersebut. Jepang misalnya, dengan seni upacara minum teh-nya yang rumit dan indah, atau Inggris, yang menjadikan acara minum teh disore hari sebagai suatu keniscayaan yang tak boleh ditinggalkan.

Nah, cerana.net mengundang Anda untuk duduk santai, menyiapkan kudapan dan menyeduh secangkir teh yang harum—sambil menikmati penampakan minuman teh di delapan penjuru angin.

Aceh

Tidak sah rasanya artikel teh ini bila tidak memuat teh sanger, teh racikan khas seduhan orang Aceh. Rakyat Aceh sangat menyukai kopi, karena itu teh orang Aceh adalah teh hitam yang dicampur kopi dan susu kental, lalu dikocok sampai berbuih. Disajikan panas atau dingin, sama enaknya. Apalagi ditemani roti tawar tebal khas Aceh yang diolesi selai sarikaya. Mertua lewat pun tak ditengok.

sanger-aceh

Pasundan (Jawa Barat)

Tanah Priangan yang hitam gembur itu cocok untuk segala tanaman, otomatis perkebunan teh tersebar di hampir semua dataran tingginya. Teh Pasundan tergolong dalam teh hijau; rasanya halus, tidak sekuat teh Jawa Tengah atau Timur.

teh-pasundan

Teh Poci Tegal

Orang Tegal, sebuah kota di Jawa Tengah, menyukai teh hitam kental yang panas, disajikan dalam poci kecil dari terakota dan diminum bersama gula batu. Ungkapan ‘teh nasgitel’ (panas, legi, kenthel) menggambarkan kesukaan orang Tegal ini. Poci tanah liat memberi teh nasgitel Tegal rasa dan ‘wangi tanah’ yang khas, yang sangat dicari para penggemar teh poci.

teh-tegal

Sumatera Barat

Orang Minang penyuka hidangan gurih, maka tak heran teh khas mereka pun memiliki rasa agak gurih. Teh talua (teh telur) dibuat dengan mengocok sebutir telur ayam kampung bersama gula. Setelah campuran ini mengembang, lantas diseduh dengan air teh yang dibuat dengan air mendidih. Sedikit perasan air jeruk nipis ditambahkan sebagai sentuhan terakhir.

teh-sumbar

[]Dian Guci

Baca Artikel Sebelumnya:

Penampakan Teh di Berbagai Belahan Dunia (Bagian I)

Penampakan Teh di Berbagai Belahan Dunia (Bagian II)

Continue Reading

Kuliner

Mengenal Kuliner Nusantara dari Aceh sampai Papua

Published

on

By

es pisang ijo | resepumi.com

KULINER nusantara merupakan kebanggaan warga Indonesia. Tiap daerah pasti memiliki ciri khas kuliner yang unik, menarik dan penuh cita rasa.

Indonesia juga dikenal sebagai negeri kaya kuliner. Tak hanya hasil alam yang melimpah, namun juga dari beragamnya suku sehingga menghasilkan macam kuliner yang menggugah selera para wisatawan mancanegara.

Di Indonesia bagian barat, misalnya di Aceh, ada Ayam Tangkap, Kuah Beulangong dan Mie Aceh yang patut untuk dicicipi. Di Sumatera Utara ada Saksang, Pelleng, Arsik, atau Naniura. Jangan lupa juga menjadikan Bika Ambon dan Bolu Meranti sebagai oleh-oleh. Makanan khas seperti Nasi Lemak dan Belacan, juga tidak kalah terkenalnya.

Sementara di Sumatera Selatan, ada Pempek dan Tekwan khas Palembang sebagai kuliner yang sangat wajib dipilih untuk memanjakan lidah.

Untuk Indonesia bagian tengah, Kalimantan juga sangat oke. Di situ ada Lempok Durian khas Pontianak, Soto Banjar dari Banjarmasin, Chai Kue Pontianak, Bubur Pedas ala Kalimantan Barat. Di Balikpapan dan Samrinda ada Pisang Gapit. Juga Mie Sagu, Gaguduh, dan Tempoyak yang juga luar biasa enaknya.

Sementara untuk Indonesia timur, Sulawesi juga mampu membuat wisatawan terpukau dengan Coto Makassar, Sop Konro, dan Es Pisang Ijo atau Pallu Butung.

Di Sulawesi Selatan ada menu ikan Cakalang. Tinutuan dan Bubur Manado dari Sulawesi Utara. Di daerah Maluku ada makanan Papeda. Jika sedang berwisata di Lombok pasti wisatawan terpukau dengan Ayam Taliwang  dan sambal Colo-colo.[]

Continue Reading

Kuliner

Penampakan Teh di Berbagai Belahan Dunia (Bagian II)

Published

on

By

TEH telah ratusan tahun diakui umat manusia sebagai minuman menyegarkan serta membawa efek kesehatan pada tubuh. Bila kopi si hitam perkasa dipersepsikan sebagai minuman maskulin, maka teh yang memiliki aroma ringan dan warna halus mendapat merek minuman feminin. lengkap dengan atribut sopan santun serta basa basi yang biasa menyertai wanita.

Sama seperti wanita, teh juga misterius. Ia dapat dicampur dan direka dengan banyak sekali bahan lain untuk menghasilkan minuman baru yang tak kalah sedap, tanpa kehilangan ciri khas aroma tehnya.

Banyak bangsa menjadikan minum teh sebagai suatu ritual yang kemudian menjadi ciri khas bangsa tersebut. Jepang misalnya, dengan seni upacara minum teh-nya yang rumit dan indah, atau Inggris, yang menjadikan acara minum teh disore hari sebagai suatu keniscayaan yang tak boleh ditinggalkan.

Nah, cerana.net mengundang Anda untuk duduk santai, menyiapkan kudapan dan menyeduh secangkir teh yang harum—sambil menikmati penampakan minuman teh di delapan penjuru angin.[]

DIAN GUCI

klik setiap nomor Laman di bawah ini

Continue Reading

Copyright © 2015