Connect with us

Varia

Megahnya Masjid Bercorak Mediterania di Kota Johan Pahlawan

Published

on

Konsep awal masjid ini persis Taj Mahal di India. Salah satu dari 100 masjid terindah di Indonesia.

TIGA kubah utama warna cokelat cerah dipadu merah bata menjadi ciri khas masjid ini. Kubah utama diapit dua kubah menara air berukuran kecil. Bentuk kepala kubah semuanya sama, bulat dan berujung lancip. Sementara di sisi mihrab, tampak dua menara berwarna senada.

Keindahan arsitektur perpaduan Timur Tengah, Asia, dan Aceh memang melekat di masjid kebanggaan warga Aceh Barat ini: Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh. Lebih-lebih bila cuaca cerah, masjid terlihat kian megah. Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh terletak di jalan Imam Bonjol, Desa Seuneubok Kecamatan Johan Pahlawan.

“Konsep awal masjid ini sebenarnya warna putih bersih, persis seperti Taj Mahal di India,” ungkap Teuku Ahmad Dadek.

“Tapi akhirnya tidak jadi, warnanya disesuaikan dengan tren seperti saat ini,” lanjutnya.

Teuku Ahmad Dadek tokoh sejarah dan budaya di Kabupaten Aceh Barat. Kecintaannya terhadap sejarah dan budaya, telah menarik hatinya untuk mendokumentasikan setiap hal berkenaan dengan Aceh. Saat ini ia juga menjabat sebagai Kepala Bappeda Aceh Barat.

Lulusan sarjana hukum Universitas Gajah Mada ini tahu banyak tentang sejarah Kota Meulaboh. Termasuk sejarah awal pembangunan masjid kebanggaan masyarakat Aceh Barat, Baitul Makmur. Ia membuat dua banner berisi tentang sejarah masjid tersebut yang ditempatkan di tangga utara dan selatan masjid.

“Saya hanya mencoba untuk merawat sejarah. Orang lain harus tahu,” katanya.

Menurutnya, ide pembangunan Masjid Agung Baitul Makmur dimulai pada masa Malik Ridwan Badai memimpin Aceh Barat. Saat itu, Pemerintah Aceh Barat bersama tokoh masyarakat setempat merancang tiga pilar pembangunan. Pertama bidang pendidikan, lahirnya cikal bakal Universitas Teuku Umar dan Sekolah Tinggi Agama Islam Teungku Dirundeng. Kedua, bidang sosial dan keagamaan (pembangunan Masjid Agung), dan bidang olah raga (pembangunan Stadion Alue Peunyareng Meureubo).

Alasan utama pembangunan Masjid Agung Baitul Makmur, karena Masjid Nurul Huda yang sebelumnya dijadikan masjid kabupaten, tak mampu lagi menampung jumlah jamaah. Area masjid pun kian sempit seiring pembangunan tata kota.

Meulaboh ibu kota Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh. Berada sekitar 175 kilometer sebelah tenggara Kota Banda Aceh. Meulaboh juga kota kelahiran Pahlawan Nasional Teuku Umar Johan Pahlawan. Meulaboh merupakan kota terbesar di pesisir barat Aceh dan salah satu area terparah akibat bencana gempa dan tsunami 26 Desember 2004.

Kamis, 2 April 1987, Bustanil Arifin, Menteri Koperasi dan Bulog saat itu, secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan masjid. Diikuti pembentukan panitia pelaksana pembangunan masjid pada 20 Agustus 1987.

Pada pemerintahan Bupati Teuku Rosman, induk masjid selesai dibangun. Namun belum dapat digunakan untuk kegiatan ibadah. Pada masa pemerintahan Nasruddin, bentuk masjid diperindah. Baik interior maupun eksterior. Pengerjaan interior dan eksterior dipercayakan pada PT. Krazu Nusantara Jakarta, yang terkenal berpengalaman dalam membuat relief masjid di Indonesia dengan sistem Glass Reinforce Comment (GRC). Ukiran-ukirannya ditempelkan di tiang dan dinding dengan pemilihan warna mengacu pada masjid yang ada di daerah Mediterania.

Mediterania yang kerap juga disebut negeri tengah terletak antara Eropa di utara, Afrika di selatan dan Asia di timur.

Arsitektur masjid dirancang oleh Alwin Abdullah dari PT Flamboyant Huma Artha, dengan konsep terbuka, transparan, sejuk dan tak menggunakan pagar. Alasannya sederhana, masjid adalah tempat ibadah. Setiap orang, begitu mendengar suara azan dapat langsung hadir ke masjid tanpa ada penghalang. Pagarnya diganti dengan saluran air dua meter yang bersirkulasi, sehingga memberikan hawa sejuk ke dalam masjid.

“Namun kemudian rencana ini tak diwujudkan, sebab banyaknya hewan ternak di Kota Meulaboh, sehingga dibutuhkan pembangunan pagar,” jelas Dadek. Pembangunan pagar dan pintu gerbang dilakukan pada masa pemerintahan Ramli MS. Menara masjid juga turut diperindah dengan balutan Glass Reinforce Comment (GRC).

Konsep terbuka dan sejuk dimaksudkan agar jamaah leluasa dan tak gelisah karena panas di dalam masjid. Jamaah juga dapat melihat langsung khatib tanpa dihalangi tiang penyangga di tengah masjid. Hawa sejuk dapat datang dari segala arah karena masjid tidak terlalu banyak dinding atau berdindingkan terawang.

masjidagung1

(klik Tautan ini untuk melihat foto-foto Masjid Agung)

Gerbang masjid yang berdiri sendiri dengan jarak 50 meter lebih dari tangga pertama masjid, membuat halaman masjid membentang luas dan mampu menampung ratusan kenderaan jamaah. Bahkan pada waktu-waktu tertentu, halaman masjid juga sering digunakan sebagai tempat salat jika jamaah melebihi kapasitas.

Area masjid dikelilingi pohon cemara dan palem setinggi tiga meter. Lampu taman warna putih, makin memperindah halaman masjid. Terutama di malam hari. Dari pintu masuk gerbang timur dan utara, membentang jalan lurus mengarah ke masjid yang dilapisi batako. Batako juga menutupi sebagian halaman masjid. Sebagian lainnya, ditumbuhi rumput menghijau yang selalu terpotong rapi.

Masjid Baitul Makmur memiliki tiga pintu gerbang. Timur, utara dan barat yang sedang dalam pengerjaan. Pintu gerbang ini turut mewakili keindahan masjid.

Di dalam masjid terdapat dua konsep ruang berbeda. Begitu menginjakkan kaki di tangga pertama masjid, jamaah langsung disambut oleh ruangan yang memiliki banyak tiang penyangga lantai dua. Di bagian tengah terdapat ruang lapang yang terasa sangat lega dengan ornamen lampu hias menggantung di tengah ruangan.

Inspirasi gaya Timur Tengah terlihat dari bentuk mihrab yang didominasi warna cokelat dan nuansa keemasan material perunggu dengan ornamen khas Islam. Kesan mewah dan sejuk langsung terasa saat menatapnya.

Tak heran jika masjid ini disebut-sebut sebagai salah satu dari 100 masjid terindah di Indonesia. Penyebutan itu termuat dalam buku yang disusun Teddy Tjokrosaputro dan Aryananda, terbitan PT Andalan Media, Agustus 2011. Hal ini memberi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Aceh Barat.

“Saya selaku putera daerah, merasa sangat bangga sekali dengan penulisan buku itu, meskipun itu berdasarkan penilaian si penulis,” ungkap Muhammad Idris, tokoh pemuda Aceh Barat.

***

Kehidupan Masjid Baitul Makmur Meulaboh ditandai dengan pelaksanaan salat jumat perdana, 21 Juli 2000. Imam salat dipimpin Teungku Nazaruddin Basyah dan khatib Rusydi M.Ali Muhammad yang kala itu menjabat Dekan Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry Banda Aceh. Sejak saat itu, salat jumat dan salat lima waktu secara berjamaah rutin dilaksanakan. Meski masih dalam bentuk kasar, lantainya belum bermarmar dan tanpa cat.

November 2000, salat tarawih juga dilaksanakan. Upaya menjadikan Masjid Baitul Makmur sebagai tempat pemersatu umat terlihat pada pelaksanaan tarawih perdana. Atas kesepakatan bersama, tarawih dilaksanakan 8 dan 20 rakaat. Hal tersebut berjalan dengan baik sampai sekarang.

Selain tempat ibadah, Masjid Baitul Makmur juga difungsikan sebagai lembaga pendidikan, lengkap dengan Madrasah Tsanawiyah, Ibtidaiyyah, Dinniyyah dan TK Al-Quran.

Masjid Agung baitul Makmur Meulaboh terus mengalami penyempurnaan. Masjid ini sudah sangat sering direhab. Saat ini panitia pembangunan tengah merehab langit-langit masjid yang sering bocor. Bagian atas masjid yang dibeton langsung tanpa atap, membuatnya mudah berlemut dan merusak lapisan semen perlahan-lahan. Akibatnya, bila hujan turun rembesan air akan masuk ke dalam masjid.

“Biaya rehab masjid ini setiap tahunnya sangat besar,” ujarnya Dadek tanpa merincikan besaran biaya.

Letaknya yang strategis, masjid ini diharapkan dapat menjadi ikon pemersatu umat di wilayah pantai barat Aceh. Bagian timur masjid terletak di persimpangan Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Barat Daya, masing-masing menuju Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Aceh Selatan atau Singkil. Di sebelah barat terdapat persimpangan Aceh Jaya menuju Banda Aceh, sementara di bagian selatan diapit Lautan Hindia dengan pelabuhan kota Meulaboh menuju Kabupaten Simeulue.

“Dengan kondisi seperti saat ini, semoga keberadaan Masjid Agung dapat menjadi landmark bagi kabupaten ini,” harap Idris.

Masjid Baitul Makmur berdiri di atas lahan seluas 5,2 hektare, dengan luas bangunan induk 3,500 M2 yang dapat menampung 7.000 jamaah. Masjid ini sempat menjadi titik berkumpul warga Meulaboh saat terjadi peristiwa gempa dan tsunami di Aceh 26 Desember 2004 silam. Ratusan nyawa terselamatkan di masjid ini. Pada masa tanggap darurat bencana, masjid ini juga menjadi pendistribusian bahan makanan dan bantuan kemanusian dari udara melalui helikopter yang mendarat di halaman masjid Baitul Makmur.

Dana awal pembangunan masjid ini berasal dari sumbangan Presiden Republik Indonesia, Soeharto kala itu, sebesar Rp100 juta. Ada dua sumber dana yang menarik dari masjid ini. Pertama, dana pengembalian emas oleh Prisiden Soeharto yang dikumpulkan pada saat mengatasi krisis moneter sebesar Rp45 juta. Sumber dana kedua berasal dari penjualan emas korban tsunami yang juga berjumlah Rp45 juta.

“Selain itu, dana pembangunan masjid ini juga berasal dari APBD, bantuan pemerintah pusat, masyarakat, rekanan, PNS, pengusaha, TNI/Polri dan unsur lainnya,” ungkap Dadek.

Sejarah pembangunan Masjid Baitul Makmur telah melewati perjalanan panjang, termasuk pemberian nama pada masjid ini. Begitu banyak nama yang ditawarkan, namun tak ada yang melekat di hati dan ingatan masyarakat. Al-Hilal, Al-Achsan, Al-Hurriyah, dan Darussalam. Bahkan penceramah kondang AA Gym juga ikut menyumbang nama untuk masjid ini, Qalbin Salim. Namun semua dirasa tak cocok.

Tahun 2008, berdasarkan kesepakatan Majelis Permusyawaratan Ulama setempat, Bupati Aceh Barat mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 894/2008 dan menetapkan “Baitul Makmur” sebagai nama masjid kebanggaan masyarakat Aceh Barat.[] Junaidi Mulieng

Advertisement img-20160906-wa0001
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Kemegahan Masjid Bercorak Mediterania di Meulaboh | Basajan News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Varia

Pameran Foto Aceh Today Menjadi Pesan Moral Bagi Masyarakat

Published

on

By

pameran foto
Pameran foto Aceh Today di Museum Tsunami | Istimewa

PEMERINTAH Aceh mengapresiasi pameran poto bersama yang diselenggarakan lintas komunitas fotografi. Karya-karya dari ujung lensa para fotografer diyakini mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjalin semangat kebersamaan untuk suksesnya pembangunan Aceh di masa mendatang,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi, membacakan sambutan tertulis Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah saat membuka pameran foto bersama lintas komunitas dan Profesi, Rabu, 20 Desember 2017.

Pameran bertema Aceh Today itu digelar di Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh. “Terima kasih kepada fotografer Aceh yang terlibat dalam pameran ini. Semoga pesan moral yang disampaikan pada pameran ini dapat diterima oleh masyarakat kita. Sehingga masyarakat Aceh semakin memahami pentingnya kebersamaan dalam mendukung suksesnya pembangunan di daerah ini,” ujar Reza.

Tak semata menunjukkan kualitas seni fotografi yang dimiliki para fotografer Aceh, lebih dari itu, pameran ini diyakini sarat pesan moral untuk disampaikan kepada masyarakat. Di antaranya sebagai sarana saling mengingatkan bahwa bencana besar pernah memporak-porandakan Bumi Serambi Mekah.
“Namun dengan semangat pantang menyerah Aceh terus berbenah sehingga akhirnya mengalami kemajuan pesat seperti yang kita rasakan sekarang ini.”

Selain itu, pameran foto dapat memberi pemahaman tentang kebencanaan dan mendorong masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, karena Aceh berada dalam kawasan ring of fire, sehingga sangat rawan bencana. “Meski demikian, kita jangan trauma atau selalu dicekam ketakutan. Pengetahuan yang baik tentang masalah kebencanaan tentu akan dapat membantu kita untuk memahami cara-cara terbaik dalam penanggulangan bencana.”

Pameran foto juga dianggap sebagai sarana yang sangat tepat untuk melihat kemajuan yang dicapai Aceh dalam kurun 13 tahun terakhir. “Kemajuan ini tentu tidak tentu tidak bisa dilepaskan dari solidaritas yang ditunjukkan dunia. Hasil jepretan fotografer Aceh tentu mengingatkan kita untuk terus memperkuat semangat solidaritas ini, sehingga kita dapat berbagi dan saling bekerjasama untuk membantu saudara-saudara kita yang mengalami bencana.”

Setelah 13 tahun Tsunami

Aceh hari ini tentu tidak bisa dipisahkan dengan Aceh masa lalu, yang berisi berbagai kenangan dan cobaan. Salah satu ingatan yang membayang dalam benak masyarakat Aceh adalah bencana tsunami pada 26 Desember 2004.

Peristiwa itu salah satu bencana terbesar dalam sejarah dunia dengan jumlah korban sangat banyak, mencapai 200 ribu orang. Gelombang raya tsunami itu bahkan berimbas ke negara-negara lain seperti Malaysia, Thailand, Sri Langka dan India.

Melihat kerusakan yang diakibatkan tsunami, sulit membayangkan Aceh bisa bangkit dalam waktu singkat. Namun berkat kuatnya solidaritas internasional, dukungan untuk Aceh terus mengalir, sehingga dalam waktu empat tahun, berbagai perbaikan telah tampak di Bumi Serambi Mekah.

Sekarang, setelah 13 tahun tsunami, pembangunan Aceh semakin menunjukkan progres mengagumkan. Mereka yang tidak tahu tentang cerita tentang tsunami Aceh tentu akan sulit percaya bahwa Aceh pernah mengalami kerusakan yang amat parah akibat bencana. “Beruntung ketajaman mata lensa teman-teman fotografer telah merekam semua perkembangan yang terjadi di Aceh selama ini. Dari hasil bidikan lensa kamera para fotografer ini, masyarakat dapat mengetahui dinamika pembangunan Aceh dari waktu ke waktu. Di sinilah kita dapat memahami betapa pentingnya peran para fotografer dalam mengabadikan berbagai momen bersejarah yang ada di sekitar kita,” ujar Reza.[] RILIS

Continue Reading

Varia

Donald Trump Hadapi Tuduhan Pelecehan Seksual

Published

on

By

Ilustrasi

LEBIH dari 100 legislator Amerika Serikat dari Partai Demokrat menandatangani petisi yang ditujukan kepada parlemen untuk membentuk komite yang bertugas mengungkap kekerasan dan pelecehan seksual yang pernah dilakukan Presiden Donald Trump. Lois Franken, Legislator Amerika Serikat dari Florida dan Ketua Kelompok Kerja Perempuan Demokrat (DWWG), mengatakan, “Inilah saat yang tepat mengungkap kebenaran.”

Ungkapan Franken seperti dilaporkan Al Jazeera sebagai tanggapan atas berbagai tudingan yang dialamatkan kepada presiden dari Partai Republik tersebut. Menurut petisi yang dikeluarkan oleh DWWG, setidaknya 17 perempuan mendapatkan perlakuan seks yang tidak senonoh dari Trump. Di antara perlakuan Trump yang tidak pantas itu antara lain, ciuman, sentuhan dan penggerayangan terhadap mereka.

Saat jumpa pers pada Selasa, 12 Desember 2017, Franken mengatakan, sejumlah legislator lain juga mendukung petisi yang mereka ajukan. “Jumlah pendukung lebih dari 100 orang, bahkan akan bertambah terus,” ungkap Franken.

Sebelumnya, tiga perempuan yang menuduh Donald Trump melakukan pelecehan seksual meminta kongres membuka penyelidikan terkait perilaku orang nomor satu di negara itu.

Ketiga perempuan tersebut adalah Jessica Leeds, Rachels Crooks, dan Samantha Holvey. Mereka menganggap penyelidikan etik terhadap Trump patut dipertimbangkan menyusul maraknya pengungkapan skandal pelecehan seksual yang dilakukan oleh sejumlah tokoh di Amerika dari selebritis Hollywood, media, hingga politikus.

Salah satu yang paling menyulut perhatian adalah skandal yang menjerat produser kawakan Hollywood Harvey Weinstein dan tiga anggota Kongres, yang baru terkuak belakangan ini. “Kongres harus mengesampingkan afiliasi partai mereka dan menyelidiki riwayat pelecehan seksual yang dilakukan Presiden Trump,” tutur Crooks, seorang mantan resepsionis sebuah firma real estate. Meski ketiganya meyakini Trump tidak akan dimakzulkan karena ulahnya ini, para wanita itu meminta pertanggung jawaban presiden berusia 70 tahun itu.

Sementara itu, Brave New Films, lembaga pembuat film nonprofit, menunjukkan sebuah video berisi cerita dari 16 kesaksian wanita yang mengklaim sebagai korban pelecehan Trump. Di dalam film pendek tersebut, belasan perempuan itu menuduh Trump mencium mereka, meraba bagian tubuh, hingga meletakkan tangan di atas rok mereka tanpa izin dan tak sesuai dengan keinginan mereka.

Senator Demokrat, Kristen Gillibrand mengatakan kesaksian para perempuan itu adalah kredible dan patut digunakan sebagai bukti penyelidikan. Gillibrand bahkan menuntut Trump untuk mengundurkan diri karena tuduhan pelecehan tersebut. “Tuduhan pelecehan ini kredibel. Korban sangat banyak. Saya pernah mendengar kesaksian para wanita ini, dan banyak cerita dari mereka sangat memilukan. Jika Trump tidak segera mengundurkan diri, kongres harus melakukan penyelidikan yang sesuai atas perilakunya dan meminta pertanggungjawaban kepada Trump.”

Tudingan pelecehan seksual sudah menghantui Trump sejak masa kampanye pemilihan presiden pada 2016. Tuduhan itu bermula saat sebuah video percakapan Trump dengan seorang presenter Amerika pada 2015, terkuak saat kampanye berlangsung.

Di dalam rekaman itu, Trump kedapatan berbicara vulgar dan mengatakan dirinya mencoba melakukan hubungan seks dengan sejumlah wanita. Trump telah meminta maaf atas percakapannya itu tapi menyebut perbincangan itu hanya “sebuah obrolan pribadi”. Trump berusaha meyakinkan bahwa dirinya tidak melakukan hal-hal yang dibicarakan tersebut.

Selama dua tahun terakhir belasan perempuan telah angkat bicara dan menuduh Trump melecehkan mereka. Tindakan tidak etis ini bahkan diduga telah dilakukan Trump jauh sebelum dirinya terjun ke dunia politik.

Menghadapi tuduhan terbarunya itu, Trump tetaplah Trump yang keras kepala. Ia menilai itu hanyalah kerjaan anggota kongres dari Partai Demokrat yang sengaja memanas-manasi. Lewat Twitter, Trump menuduh Partai Demokrat memainkan politik partisan dan menyangkal kenal dengan perempuan-perempuan yang telah meningkatkan tuduhan terhadapnya. “Meskipun telah menghabiskan ribuan jam kerja dan jutaan dolar, Partai Demokrat tidak bisa menunjukkan kolusi apapun dengan Rusia, sehingga kini mereka beralih ke tuduhan dan cerita bohong tentang sejumlah perempuan yang bahkan tidak saya kenal dan tidak pernah saya temui. FAKE NEWS!” cuit Trump.

Trump juga mengecam Kirsten Gillibrand. “Senator (kelas ringan) Kirsten Gillibrand, seorang yang jelas antek-antek bagi Senator Chuck Schumer dan seorang yang tidak beberapa lama lalu datang ke kantor saya untuk “memohon” sumbangan kampanye (dan akan melakukan apapun untuk mendapatkannya), kini bersama jaringan yang melawan Trump. Saya tidak setia pada Bill dan Crooked-USED (merujuk pada Hillary Clinton.red),” lanjut Trump.

Gillibrand menanggapi cuitan itu lewat Twitter-nya dengan mengatakan Trump tidak bisa menyangkal hak perempuan untuk menyuarakan opini mereka tentangnya. “Anda tidak bisa membungkam saya atau jutaan perempuan yang telah dipinggirkan untuk berbicara lantang tentang ketidaklayakan ini dan hal memalukan yang Anda bawa ke Gedung Putih.”[] VOA | TEMPO | CNN

Continue Reading

Varia

Intelijen Cina Beraksi di Jerman Lewat Akun Linkedin Palsu

Published

on

By

Ilustrasi

BADAN intelijen Jerman atau BfV membongkar praktek intelijen Cina yang menggunakan akun Linkedin palsu untuk menggali informasi prbadi dari para politis, diplomat, dan pejabat lainnya. Selama sembilan bulan, BfV meneliti akun Linkedin palsu yang digunakan Cina untuk aksi intelijennya di Jerman.

Para agen intelijen Cina menyaru sebagai ilmuwan, peneliti, atau head hunter untuk merekrut tenaga kerja. Para agen mata-mata Cina ini telah memiliki lebih dari 10 ribu situs jaringan profesional warga Jerman.

BfV mempublikasikan temuan profil akun linkedin palsu ini dan mendesak warga Jerman untuk waspada terhadap media sosial. “Boleh jadi jumlah target individu sangat banyak dan profil palsu masih belum dapat diidentifikasi,” kata juru bicara BfV seperti dikutip dari Time, 11 Desember 2017.

Beberapa profil palsu yang dipublikasikan di Linkedin misalnya bernama Rachel Li sebagai head hunter at RiseHR dan Alex Li, manajer proyek di Pusat Studi Pembangunan Sino-Eropa. Para agen Cina ini memuat foto-foto profil yang stylish dan mereka pada umumnya lelaki dan perempuan muda. Hasil penelusuran Reuters menunjukkan, para agen ini sudah terhubung dengan beberapa diplomat dan politis senior di beberapa negara di Eropa.

Gara-gara temuan BfV, perhatian masyarakat Eropa semakin besar. BfV mengajak warga Jerman untuk menghubungi BfV jika mereka menemukan orang yang mencurigakan atau dugaan pelakunya di media sosial.[] TEMPO

Continue Reading

Copyright © 2015