LEMBAGA Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan memastikan program Beasiswa Presiden RI yang diluncurkan tahun ini tidak terpengaruh pergantian kepemimpinan.

“Pendanaan program LPDP, termasuk Beasiswa Presiden RI, berasal dari APBN sebagai ‘endowment fund’ atau dana abadi,” kata Marketing Communication LPDP Kemenkeu Berliana Abidah di Semarang, Kamis (7/8).

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meluncurkan program Beasiswa Presiden RI atau Indonesia Presidential Scholarship (IPS) untuk membantu studi program S-2 dan S-3 pada tahun terakhir pemerintahannya.

Menurut dia, IPS yang baru diluncurkan pertama kalinya itu dimaksudkan untuk mencetak generasi muda yang berkapasitas dan kapabilitas baik untuk menyongsong Indonesia pada tahun 2045.

Terlebih lagi, kata dia, para penerima IPS yang dibatasi 150 orang itu hanya diperbolehkan melanjutkan studi di 50 perguruan tinggi terbaik di dunia yang telah ditetapkan oleh LPDP Kemenkeu.

“Dana abadi yang terkumpul dari APBN sejak 2010 itu tidak boleh digunakan, kecuali diolah dan diinvestasikan. Hasil investasi itu digunakan membiayai program-program LPDP, termasuk IPS,” katanya.

Ditanya kemungkinan pemerintah ke depan tidak menyetujui program itu dan memutuskan menggantinya dengan program baru, dia mengatakan bahwa Pemerintah tentu akan mendukung program-program yang bertujuan baik.

Kepala Divisi Evaluasi Penyaluran Dana Rehabilitasi Fasilitas Pendidikan (DRFP) LPDP Kemenkeu Diki Candra menjelaskan bahwa IPS merupakan program beasiswa untuk mencetak SDM-SDM Indonesia agar lebih maju.

“Salah satu indikator kemajuan negara kan dilihat dari lulusan S-2 dan S-3-nya. Jumlah lulusan magister dan doktor di Indonesia selama ini masih kalah dibanding Malaysia dan Singapura,” katanya.

Sementara itu, Pembantu Asisten Staf Khusus Presiden RI Kapten Aditya Wira memastikan program IPS pertama yang masa studinya baru dimulai 2015 tetap berlangsung hingga berakhirnya masa studi.

Meski diluncurkan pada masa kepemimpinan Presiden SBY, dia berharap terus berjalan pada masa pemerintahan mendatang untuk mencetak SDM yang memiliki kapasitas dan kapabilitas lebih baik.

Untuk keberlangsungan IPS periode ke depan, Aditya mengatakan bahwa Presiden SBY tentunya akan mengomunikasikan kepada penggantinya agar tetap berlangsung, bahkan kalau bisa lebih ditingkatkan.[](republika.co.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.