Connect with us

Sosok

Lagu Ciptaan Musisi Abdya ini Dinyanyikan Ruth Sahanaya

Published

on

Lagu ciptaannya pernah dinyanyikan diva kondang Indonesia, Ruth Sahanaya. Ia mempelajari not balok secara otodidak.

Ia mulanya menyukai musik sebatas hobi semata. Namun, secara otodidak ia mengasah kemampuannya bermusik. Dari tangannya lahir beberapa lagu berkaliber nasional.

img-20160906-wa0001

Aceh Barat Daya patut berbangga punya musisi sekaliber ini. Namanya Fahmi Ayus. Dia pula yang mencipta “Mars Abdya”; lagu wajib Bumoe Breuh Sigupai ini.

Fahmi terinspirasi akan musik sejak ia kecil. Kala itu, ia kerap mendengar biduan Malaysia mendendangkan lagu Melayu lewat radio. “Radio yang paling bagus siarannya waktu itu dari Malaysia,” ujar Fahmi ketika ditemui Oktober tahun lalu.

Pada 1975, ia mulai serius menekuni musik. Fahmi berangkat ke Medan untuk rekaman album perdana. Sebagai modal, ia mengambil kredit di bank. Album perdana beraliran Melayu itu tercetak. Tujuan Fahmi membuat album demi membuktikan eksistensinya dalam bermusik.

Sejak saat itu ia terus berkarya, menciptakan lagu demi lagu. Salah satunya, Mars Abdya, lagu yang kini menjadi hymne wajib Kabupaten Aceh Barat Daya. Dalam lagu itu Fahmi mengajak seluruh generasi membangun bumi Persada.

Selain itu, ia juga menciptakan Aceh Membangun. Lagu ini pernah dinyanyikan diva pop Indonesia Ruth Sahanaya di sebuah stasiun televisi nasional. “Pada saat itu luar biasa bangga dan sangat berkesan buat saya. Karena karya saya dinyanyikan oleh seorang Diva, ini terus terkenang bagi saya dan tak kan terlupakan,” ujarnya.

Walau tak pernah mengecap pendidikan musik secara formal, Fahmi mampu membaca not balok. Pada 2013 lalu, ia diminta Pemerintah Provinsi untuk mengajar para guru musik dari seluruh Aceh. Guru-guru musik yang semuanya dididik secara formal dan paham not balok. Namun, berbekal pengalaman, selama 15 hari pelatihan, sebagai tutor Fahmi mampu menjawab semua pertanyaan dari para peserta. “Sampai teknik-teknik pengenalan suara saya sampaikan kepada mereka. Semua peserta mengapresiasi saya karena dianggap telah mampu mentransfer pengetahuan bermusik secara baik,” ujar Fahmi.

Pada Pekan Kebudayaan Aceh keenam di Banda Aceh, Fahmi didapuk sebagai dewan juri lomba paduan suara. Saat para juri yang lain berstatus sebagai guru musik di daerah mereka masing-masing, Fahmi hanya seorang pegawai biasa di Aceh Barat Daya.

Dorongan Fahmi Ayus tetap bermusik datang dari keluarga dan teman-temannya. “Mereka selalu bersama dalam kegiatan-kegiatan bermusik saya,” ujar. Namun, kata penyuka Gambus ini, karir bermusiknya pasang surut. Semuanya dilakukan atas inisiatif sendiri. Bagi Fahmi, tetap berkreasi untuk kesenian tak pernah membuatnya berhenti selama ia bisa.

Berkreasi lewat musik, kata Fahmi, setidaknya harus ditunjang oleh bakat. Sesudah itu, harus ada kemauan kuat untuk belajar musik. Hal ini yang dilakukan Fahmi sehingga ia bisa membaca not balok. Fahmi melahap semua ilmu yang didapat dari pelatihan-pelatihan. Ia mencatat teori dan praktik yang belum diketahui lalu mempelajarinya sendiri. Di sisi lain, Fahmi juga berusaha mempelajari semua alat musik.

Setelah melahirkan dua album, Fahmi kini mengajarkan musik untuk anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya. Baginya, menyalurkan ilmu kepada generasi muda sebuah kebanggaan. Anak-anak itu diajarkan dari nol cara bermain menggunakan beragam alat musik.

Ke depan, ia punya impian membesarkan musik di Aceh Barat Daya bersama para musisi lainnya. Selain itu, Fahmi juga ingin membuat lagu religi sebagai ikon Aceh Barat Daya. Ia sudah menyurvei ke daerah-daerah lain di Aceh, belum ada lagu religi seperti itu. “Jadi, ketika orang mendengar lagu ini, mereka teringat Aceh Barat Daya,” ujar Fahmi. Alasan Fahmi memilih musik religi karena liriknya mengandung pesan-pesan moral sehingga mudah diterima oleh masyarakat.[] (Hery FM dan Tim Sigupai)

2 Comments

2 Comments

  1. Muhammad Mairiska Putra

    10 September 2014 at

    Negriku negrimu negri kita
    Abdya makmur sentosa

  2. anonymous

    31 March 2016 at

    Keren

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sosok

Sri Mulyani Menteri Keuangan Terbaik se-Asia

Published

on

By

Sri Mulyani @Asia One

SRI Mulyani menjadi menteri keuangan terbaik se-Asia pada 2017 versi Finance Asia. Majalah keuangan Hongkong ini memberikan penghargaan atas penilaian kerja Sri Mulyani yang dianggap memiliki reputasi bintang dan etos kerja yang gigih.

Finance Asia juga menggarisbawahi keberhasilan Sri Mulyani memperbaiki sistem perpajakan Indonesia lewat program pengampunan pajak atau tax amnesty. Pada akhir 2016, Rp103 triliun pengembalian pajak mampu dikumpulkan dengan adanya program ini. Angka tersebut jauh melebihi proyeksi Bank Indonesia.

img-20160906-wa0001

Sri Mulyani juga dinilai mampu memperbaiki kondisi keuangan Indonesia yang menurun pada enam bulan pertama 2016. Sejak kembali duduk di kabinet pemerintahan, ia mampu mengurangi target defisit fiskal yang tadinya dikhawatirkan menembus angka tiga persen.

“Di enam bulan pertama 2016, pemerintah Indonesia kewalahan. Pendapatan pemerintah turun lima persen dan kemungkinan adanya defisit fiskal hingga tiga persen tampak nyata. Namun setelah Sri Mulyani duduk di kursi Menteri Keuangan, pemerintah mampu memperbaiki keadaan hingga pada akhir 2016 defisit fiskal hanya 2,5 persen dari PDB,” tulis financeasia.com, Senin, 27 Maret 2017.

Sebelum bergabung menjadi Menteri Keuangan pada Kabinet Kerja, Sri Mulyani pernah menjabat di posisi yang sama pada 2005 hingg 2009 sekaligus merangkap sementara sebagai Menteri Koordinator Perekonomian pada 2008-2009. Kala itu ia menggantikan Boediono yang maju sebagai wakil presiden mendampingi Soesilo Bambang Yudhoyono.

Pada periode 2008-2009, perekonomian dunia terpuruk hingga minus 1,7 persen. Namun pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu bertahan di atas empat persen.

Setelah tidak lagi menjabat, ia menjadi Managing Director dan Chief Operating Officer World Bank. Setelah itu diminta pulang ke Tanah Air untuk membantu Kabinet Kerja Jokowi-Jk Jilid II sebagai Menteri Keuangan.

Sri Mulyani juga masuk sebagai perempuan paling berpengaruh ke-31 versi majalah Forbes pada 2015.

Selain Sri Mulyani, Menteri Keuangan Korea Selatan Yoo Il-ho dan Menteri Keuangan Filipina Carlos Garcia Dominguez juga berhasil masuk dalam posisi tiga besar.[]

LIPUTAN6

Continue Reading

Sosok

Jackie Chan Bakal Terima Lifetime Achievement Oscar

Published

on

By

Jackie Chan dan Bruce Lee | starcentralmagazine

AKTOR Jackie Chan akan mendapat penghargaan Oscar untuk lifetime Achievement pada 2016 Governors Awards 2016. Hal itu diumumkan Academy of Motion Picture Arts and Sciences, Kamis, 1 September 2016.

Aktor berusia 62 tahun itu akan mendapat penghargaan bersama sutradara film dokumenter Frederick Wiseman, Anne V Coates (penyunting) dan Lynn Stalmaster (casting director).

img-20160906-wa0001

Masing-masing akan menerima piala Oscar sebagai pengakuan atas kontribusi mereka dalam dunia film. Governors Awards 2016 akan digelar dalam sebuah acara di Los Angeles pada November 2016.

Presiden Academy Cheryl Boone Isaacs memuji mereka sebagai pelopor dan legenda dalam bidang masing-masing.

Jackie Chan lahir di Victoria Peak, Hong Kong, dengan nama Chan Kong Sang yang berarti “dilahirkan di Hong Kong”. Anak dari Charles dan Lee-Lee Chan, pengungsi dari masa Perang Saudara Cina, ini dijuluki Pao Pao (peluru meriam) karena dia selalu berguling-guling ketika masih bayi.

Orang tuanya bekerja pada Kedutaan Perancis untuk Hong Kong, sehingga otomatis Jackie menghabiskan masa kecilnya di lingkungan kediaman kedutaan di daerah distrik Victoria Peak.

Jackie Chan bersekolah di Nah-Hwa Primary School di daratan Hong Kong. Sayangnya, ia tidak lulus sehingga orang tuanya mengeluarkannya dari sekolah.

Pada 1960, ayahnya beremigrasi ke Canberra, Australia dan bekerja sebagai kepala juru masak untuk kedutaan Amerika. Jackie Chan lalu disekolahkan ke Chinese Drama Academy, sebuah Sekolah Opera Peking.

Selama bersekolah di sana, ia banyak mendapatkan pelajaran berharga dan memiliki keahlian di bidang seni bela diri kung fu dan akrobatik.

Beberapa kali dia pernah ikut dalam kelompok Seven Little Fortunes, sebuah kelompok penampil yang diambil dari murid-murid terbaik sekolah tersebut. Ia mendapatkan nama panggung Yuen Lo atas pencapaiannya. Kala itu, ia berteman dekat dengan Sammo Hung dan Yuen Biao. Tiga serangkai ini kemudian terkenal dengan julukan Tiga Bersaudara atau Tiga Naga.

Jackie Chan mulai berakting di usia delapan tahun. Sejak itu ia sudah membintangi, kadang menulis dan menyutradarai, lebih dari 30 film berlatar belakang seni beladiri di Hongkong.

Ia juga menjadi pemeran utama film-film produksi Hollywood seperti Kung Fu Panda, The Karate Kid, dan Rush Hour.

Namun, sebelum mencapai peran utama, di umurnya yang menginjak 17 tahun, ia pernah bekerja sebagai peran pengganti dalam film-film Bruce Lee berjudul Fist of Fury dan Enter the Dragon. Saat itu, Jackie Chan menggunakan nama panggung Chen Yuen Long.

Pada Agustus lalu, Jackie Chan dinyatakan sebagai aktor berpenghasilan kedua terbesar 2016 versi majalah Forbes, di bawah Dwayne Johnson, pemeran Fast and Furious. Jackie tercatat menghasilkan 61 juta dollar AS atau sekitar Rp 808 miliar.[]

KOMPAS | WIKIPEDIA

Continue Reading

Sosok

Lauren Booth, Ipar Mantan PM Inggris yang Terpikat Islam

Published

on

By

“NAMA saya Lauren Booth dan saya seorang Muslim,” ujar seorang perempuan berpakaian panjang berhijab medio 23 Oktober 2010 lalu di tengah acara Islam Channel yang diselenggarakan Global Peace and Unity, dilansir the Muslimvillage.com, Selasa, 24 November 2015.

Perempuan tersebut bukanlah seorang muslimah biasa. Ia jurnalis andal Inggris spesialis isu Timur Tengah. Rupanya, ia mengaku terpikat mempelajari Islam ketika melakukan reportasenya dari Irak, Iran, hingga Jalur Gaza, Palestina. Baru kemudian hidayah Allah menyelimuti hatinya untuk selalu berjihad membela sesama Muslim melalui dunia broadcasting.

img-20160906-wa0001

Booth terlahir dengan nama Sarah Jane di London bagian utara. Ia anak keenam dari aktor gaek Tony Booth dan merupakan saudara tiri Cherie Blair, istri dari mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.

Sedari kecil, Booth dilatih sebagai calon aktris di London Academy of Performing. Bahkan ia telah mengikuti tur pertunjukan keliling Eropa selama beberapa tahun. Namun, ia ternyata lebih mencintai dunia jurnalisme yang dikenalnya sejak 1997.

Karier Booth sebagai kolumnis dimulai di the London Evening Standard. Pertengahan 1999, dia mulai menekuni isu politik di majalah New Statesman. Puncak kariernya saat ia dikirim meliput Pemilu di Palestina pada 2005 oleh The Mail on Sunday.

Kepeduliannya pada nasib rakyat Palestina terlihat nyata. Pada 2006, dia mendonasikan seluruh honornya dari pertunjukan reality show , I’m a Celebrity… Get Me Out of Here! kepada Palestinian Relief and Development Fund (Interpal).

Medio 2006-2008, Booth menjadi presenter In Focus dalam Islam Channel. Jejaring meluas hingga televisi Iran. Pada 2010 dan 2012, Booth juga membawakan Remember Palestine dan Diaspora.

Pada 2014, ia merilis acara Talking Booth di British Muslim TV, sekaligus menempatkan dirinya sebagai produser senior Aljazirah di Doha, Qatar.

Sebagai seorang jurnalis, Booth tak hanya garang saat menulis dan wawancara, namun ia sangat kritis terhadap isu-isu perang di Timur Tengah. Seperti saat Perang Irak berkecamuk, ia ikut menjadi bagian kampanye Stop the War Coalition.

Agustus 2008, ia menuju Gaza bersama 46 aktivis lainnya untuk memprotes blokade terhadap Jalur Gaza. Dalam perjalanannya ini, ia mendapat paspor VIP dari PM Hamas Ismail Haniya.[]

REPUBLIKA

Continue Reading

Copyright © 2015