KAWASAN Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh di pesisir selatan Sumatera Barat, terus berbenah. Setelah Kementerian Pariwisata membangun 100 toilet, kini giliran Kementerian Perdagangan membangun homestay dan pasar modern.

“Anggaran pembangunan homestay dan pasar modern Rp6 miliar,” ujar Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno.

Pembangunan di KWBT Mandeh mengalami percepatan setelah kunjungan Presiden Joko Widodo dan Menteri Pariwisata Arief Yahya ke Sungai Nyalo beberapa waktu lalu. KWBT Mandeh juga mulai populer bagi wisatawan domestik, setelah diberi julukan Raja Ampat-nya Sumatera Barat.

Menurut Gubernur Irwan, pembangunan KWBT Mandeh upaya mengimbangi ritme kerja Menteri Pariwisata Arief Yahya, yang gencar mempromosikan kawasan itu ke seluruh Indonesia dan luar negeri.

Strategi penembangan ala Arief Yahya adalah 3A plus 1A; atraksi, aksesibilitas, dan ameniti langsung.

“Saya sepakat dengan ide Menpar Arief Yahya yang ingin menjadikan Mandeh menjadi Raja Ampat-nya Indonesia Barat,” kata Gubernur Irwan. “Kami juga mulai melakukan kampanye sadar wisata, dan berbagai kegiatan kepada masyarakat di KWBT Mandeh.”

Menurut Irwan, semua ini berjalan dengan dukungan aktivitas pariwisata Onde Mandeh, yang diinisiasi mantan Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago, pemerintahan nagari, dan gerakan pemuda Jong Generation.

Selain KWBT Mandeh, ada pula kawasan wisata minat khusus. Kawasan ini menawarkan beberapa atraksi wisata snorkeling, jumping, menyelam dan lainnya. Semua akan diarahkan ke Pulau Sironjong dan kawasan lainnya.

Ketiga, kawasan wisata ekslusif, yang akan dipusatkan di Resort Cubadak dan Pulau Pagang. Master Plan pembangunan kawasan ini siap dibuat, hanya tinggal tunggu regulasinya.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.