KEMENTERIAN Pariwisata akan menggarap pasar Singapura lewat NATAS (National Association of Travel Agents Singapore) Travel Fair 2016. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan potensi Singapura masih sangat besar untuk pengembangan pariwisata Indonesia, dengan 1,5 juta ekspatriat dan 3,5 juga warga negeri kecil itu. Pasar lainnya adalah 15 juta wisatawan mancanegara.

I Gde Pitana, Deputi Bidang Pengembangan Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, mengatakan NATAS Travel Fair sangat cocok memperkenalkan destinasi wisata di Indonesia.

Ada 10 destinasi yang akan dijual di NATAS Travel Fair, yaitu Borobudur, Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, Bromo-Tengger-Semeru, Kepulauan  Seribu, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai, dan Tanjung Kelayang.

Indonesia dan Singapura berdekatan, dengan waktu terbang tidak lama. Akses ke Indonesia bisa dari mana saja, termasuk lewat Batam dan Bintan.

“Target kami adalah wisatawan usia muda yang menyukai petualangan,” ujar Rizki Handayani, Asdep Pengembangan Pemasaran Pariwisata Wilayah Asia Tenggara Kemenpar.

“Tahun ini kami menargetkan dua juta wisatawan Singapura, naik 30 persen dibanding tahun 2015 yang 1,5 juta,” lanjutnya.

Menurut Handayani, rata-rata warga Singapura berkunjung ke Indonesia empat kali setahun, dengan masa tinggal antara dua sampai empat hari.

Rizki ingin menempatkan Singapura sebagai hub, yang tersambung dengan berbagai negara di Asia. Singapura memang negara poros, tempat jutaan orang transit setap tahun.

Limpahan pengunjung dari Singapura bisa melebar, sehingga bukan warga negeri itu saja yang berlibur ke Indonesia.

Kemenpar sengaja mengajak travel agent dan travel tour lokal Singapura untuk turut menjual paket wisata ke Indonesia. Sehingga wisatawan bisa membeli paket wisata di pameran.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.