KEMENTERIAN Pariwisata menjadikan Baidu, mesin pencari di Tiongkok, sebagai salah satu mitra promosi wisata Indonesia untuk masyarakat Negeri Tirai Bambu tersebut.

Kemitraan itu dinilai kementerian menjadi penting dan strategis karena masih rendahnya minat wisatawan Tiongkok mengunjungi Indonesia. Padahal, dari jumlah wisatawan dan belanja selama kunjungan ke luar negeri, Tiongkok menduduki peringkat teratas dunia.

“Pada 2015, jumlah wisatawan Tiongkok yang bepergian ke luar negeri lebih dari seratus juta orang. Bagi Indonesia, ini potensi besar yang harus digarap secara strategis agar target mendatangkan 10 juta wisatawan Tiongkok pada 2019 dapat tercapai bahkan terlampaui,” ujar Menteri Pariwisata Republik Indonesia Arief Yahya.

Ia mengatakan, dukungan mitra yang mampu membantu meningkatkan edukasi kepada wisatawan Tiongkok terhadap pariwisata Indonesia sangat diperlukan, karena tingkat ketertarikan mereka untuk mengunjungi Indonesia masih rendah.

Pada 2015, jumlah wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Indonesia sekitar 1,1 juta orang.

“Melihat profil wisatawan Tiongkok yang mayoritas di bawah 45 tahun dan 68 persen menjadikan informasi online sebagai salah satu referensi utama menentukan destinasi wisata, kami memutuskan menggandeng Baidu,” ujar Arief Yahya.

Besarnya jumlah pengguna Baidu di Tiongkok, kata Arief, menjadi salah satu pertimbangan utama kementerian membangun kemitraan.

Bao Jianlei, Managing Director Baidu Indonesia, mengatakan, kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian Pariwisata kepada Baidu sungguh membanggakan.Memiliki sekitar 700 juta pengguna di Tiongkok, kata Jianlei, Baidu merupakan mesin pencari nomor satu di Tiongkok.

“Salah satu produk kami, Baidu Travel, merupakan salah satu platform perjalanan nomor satu di Tiongkok. Sekitar 60 persen wisatawan Tiongkok juga telah menjadikan Baidu Travel sebagai salah satu referensi utama di online dalam berwisata ke luar negeri,” ujarnya.

Ditambah lagi, kata Bao Jianlei, generasi baru wisatawan Tiongkok kini kian mandiri dalam berwisata dan mereka mengandalkan informasi-informasi berbasis internet.

“Maka kami sangat optimis kemitraan ini menciptakan sinergi positif dan kontributif terutama dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia, khususnya wisatawan Tiongkok,” ujarnya.

Melalui kemitraan itu, kata Jianlei, Baidu akan menggelar serangkaian lokakarya untuk mengedukasi para penyedia informasi dunia pariwisata Indonesia secara online, seperti biro perjalanan, pengelola destinasi wisata, dan perhotelan.

Pemahaman Baidu yang tinggi terhadap perilaku wisatawan Tiongkok dalam mencari informasi-informasi wisata menarik, gaya penyampaian informasi seperti apa yang selama ini diminati, serta destinasi wisata apa saja yang dapat menarik perhatian, akan disampaikan di setiap lokakarya.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.