PRESIDEN Joko Widodo memimpin rapat terbatas dengan tema “Bersatu untuk Danau Toba” dilangsungkan di Hotel Niagara, Parapat, Simalungun. “Ini saya finalkan! Setelah ini tidak ada lagi rapat dengan saya, langsung pelaksanaan,” kata Presiden Jokowi, Selasa, 1 Maret 2016.

Rapat itu membahas pembangunan Danau Toba. Presiden sangat senang dengan kemajuan pesat terhitung sejak rapat di istana bulan lalu. Menteri Pariwisata Arief Yahya yang menjadi moderator rapat memaparkan capaian sejak tujuh bupati di kawasan Toba meneken komitmen untuk bersatu membangun destinasi wisata tersebut pada 11 Agustus 2015.

Ketujuh bupati itu, antara lain Bupati Dairi KRA Johnny Sitohang Adinegoro, Bupati Simalungun Binsar Situmorang, Bupati Samosir Rapidin Simbolon, Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Bamjarnahor, Bupati Toba Samosir Darwin Siagian, Bupati Karo Terkelin Brahmana, dan Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan.

Bersama Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi yang duduk di ujung kanan Presiden Jokowi, ketujuh bupati diberi kesempatan untuk bicara masing-masing lima menit. Mereka boleh mengusulkan apa saja terkait dengan infrastruktur untuk memajukan Toba. Jokowi ingin mendengarkan langsung usulan untuk mempercepat Danau Toba senagai destinasi berskala internasional.

“Leading sector-nya adalah Kemenpar!” tegas Jokowi yang mengenakan kemeja putih lengan panjang itu.

Setelah 75 menit memimpin rapat, Jokowi mengatakan kepada wartawan bahwa ketujuh kabupaten sepakat membangun bersama Danau Toba. “Kalau tidak bersatu, tidak ada sepakat, ya, pemerintah pusat akan kesulitan,” ujar Jokowi.

Ada beberapa kesepakatan strategis antara pemerintah pusat dengan pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dan 7 bupati itu. Isinya, antara lain pembentukan Badan Otoritas Danau Toba.

“Artinya yang berkaitan dengan izin-izin dalam lingkup kawasan wisata yang sudah ditentukan sebesar 500 hektare akan jadi kewenangan badan otorita, lainnya menjadi kewenangan pemerintah daerah,” ucap Presiden.

Hal lain yang disepakati dalam rapat tersebut adalah Pengembangan Bandara Silangit yang akan dimulai pada April dan selesai September 2016. Pengembangan bandara meliputi perluasan landasan pacu dari 2400 x 30 meter menjadi 2650 x 45 meter dan perluasan pembangunan terminal penumpang.

Sarana akomodasi juga tak luput menjadi perhatian presiden. Pemerintah akan membangun hotel di kawasan Danau Toba dengan fasilitas lebih baik. “Dengan positioning lebih baik, promosi lebih baik, kita percaya Danau Toba akan jadi lokasi wisata yang lebih baik lagi,” ujar Jokowi.

Arief Yahya yang ditugaskan Jokowi presiden untuk percepatan pembangunan kawasan Danau Toba menyebutkan, kesepakatan dalam rapat akan menjadi modal untuk melangkah lebih cepat lagi. “Infrastruktur akan dikebut, bandara akan dipercepat, dan masyarakat akan disiapkan untuk menjadi tuan rumah yang baik. Saya senang, karena para bupati sepakat untuk tetap bersatu.”[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.