ANAK usia 2-3 tahun mungkin sedang senang-senangnya naik turun tangga. Ini merupakan kegiatan mengeksplorasi lingkungan sekitar. Ada baiknya Anda mengizinkan anak melakukannya. Sebab eksplorasi jadi bagian mengasah kreativitas. Tapi ingat, jangan biarkan dia melakukan sendiri tanpa pengawasan orang dewasa karena bisa jadi bahaya.

“Penghentian eksplorasi bisa mematikan kreativitas,” ucap psikolog anak dan remaja, Ratih Zulhaqqi, dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Selasa, 6 Oktober 2015.

Terkadang hal-hal yang sangat sepele memang bisa berdampak besar. Jika sedikit-sedikit anak dilarang melakukan hal-hal baru, maka dia tidak punya kesempatan untuk menaklukkan tantangan. Alhasil kreativitasnya kurang terasah.

Alih-alih terus menerus melarang anak, orang tua sebaiknya memberikan tantangan pada anak untuk mencari jalan keluar atas apa yang dia hadapi. Misalnya anak diminta untuk melipat pakaian agar rapi. Menurut Ratih, biarkan anak melipat sesuai keinginannya. Tidak perlu orang tua memaksakan cara melipat pakaian ala orang tua. Ya, memaksa memang hal sepele tapi bisa berdampak negatif.

“Setelah selesai melipat pakaian baru dievaluasi apakah cara melipat itu sudah rapi, dan sebagainya. Jadi ketika melihat anak melakukan sesuatu tidak sesuai dengan yang biasa kita lakukan jangan langsung di-cut,” saran Ratih.

“Lalu support-lah anak ketika bisa melakukan sesuatu dengan caranya sendiri. Kalau apa yang dilakukan anak masih oke, nggak negatif, nggak apa-apa,” imbuh alumnus Magister Profesi Klinis Anak Universitas Indonesia ini.(detik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.