KELOMPOK teroris ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan bom yang menewaskan sedikitnya 30 orang dan melukai lebih dari 220 di ruang keberangkatan Bandara Zaventem, Brussels, dan stasiun metro di ibu kota Belgia tersebut, Selasa, 22 Maret 2016.

AMAQ, sebuah kantor berita yang disebut Telegraph berafiliasi ke ISIS mengatakan, para pejuangnya melakukan serangkaian pemboman dengan sabuk peledak dan perangkat. Para ekstrimis melepaskan tembakan di bandara dan beberapa orang dari mereka meledakkan bom bunuh diri saat serangan kedua.

Dua ledakan menargetkan aula utama bandara sekitar pukul 8 pagi waktu Brussels. Sekitar sejam kemudian, bom satu lagi meledak di Stasiun Maelbeek yang terletak sekitar 100 meter dari markas besar Komisi Eropa.

Polisi Belgia mengidentifikasi tiga pelaku yang terekam kamera CCTV bandara saat mendorong troli berisi koper melewati area check in.

BBC melaporkan, berdasarkan pantauan tim media sosialnya, ditemukan pendukung ISIS secara online memberikan pujian atas ledakan tersebut dan percaya bahwa itu aksi kelompok teroris terbesar di dunia tersebut. BBC Jihadis Monitoring Media Team melaporkan beberapa orang menggunakan tagar berbahasa Arab “#Brusselsonfire” untuk memuji aksi tersebut.

Pendukung ISIS pada masa lalu menggunakan tagar yang sama untuk merayakan serangan di Eropa, seperti “#Parisonfire” untuk merayakan serangan di Paris pada 13 November.[]

TEMPO | TELEGRAPH

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.