PILKADA serentak pada 9 Desember 2015 disemarakkan beberapa calon yang merupakan mantan narapidana korupsi. Mereka mendaftar seiring keputusan Mahkamah Konstitusi yang memperbolehkan mantan narapidana ikut pilkada.

Penelusuran binesia.com, Sulawesi Utara menjadi provinsi terbanyak ‘penyumbang’ calon kepala daerah bekas koruptor. Rata-rata, para mantan napi korupsi ini merupakan petahana atau incumbent.

Di sana ada Elly Engelbert Lasut, mantan Bupati Talaud. Elly maju sebagai calon gubernur Sulawesi Utara. Ia berpasangan dengan David Bobihoe, kini menjabat Bupati Gorontalo. Mereka diusung Partai Golkar.

Elly menjadi narapidana dalam korupsi surat perintah perjalanan dinas (SPPD) dan dana pendidikan Gerakan Nasional Orangtua Asuh (GN OTA). Ia dihukum tujuh tahun penjara dan bebas pada November 2014. Akibat korupsi ini, negara rugi Rp5 miliar.

Selain Elly, ada Jimmy Rimba Rogi, mantan Wali Kota Manado 2005-2008. Jimmy baru keluar bui awal tahun ini setelah divonis bersalah dalam korupsi APBD Kota Manado tahun 2006 senilai Rp64 miliar.

Kini, diusung Partai Golkar, PAN, PPP, dan Hanura, ia mendaftarkan diri sebagai calon Wali Kota Manado berpasangan Bobby Daud, kini menjabat Anggota DPRD Manado.

Lalu, dari Minahasa Utara ada Vonny Anneke Panambunan. Mantan Noni Sulawesi Utara ini maju kembali sebagai calon bupati berpasangan dengan Joppi Lengkong.

Pada 2008, Vonny dibui 18 bulan karena tersandung korupsi proyek studi kelayakan pembangunan Bandara Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Di Semarang, Jawa Tengah, mantan Wali Kota Semarang periode 2010-2012 Soemarmo Hadi Saputro, maju kembali. Berpasangan dengan Zuber Safawi, mereka diusung PKS dan PKB.

Soemarmo pernah dipenjara tiga tahun karena ia dan Sekretaris Daerah Kota Semarang terbukti menyuap anggota DPRD Kota Semarang untuk meloloskan beberapa program dalam APBD.

Kemudian di Jawa Timur, bekas Bupati Sidoarjo Utsman Ihsan mencalonkan diri kembali. Diusung Gerindra dan PKS, Utsman maju berpasangan dengan Tan Mei Hwa, pendakwah perempuan keturunan Tionghoa.

Utsman adalah mantan narapidana kasus korupsi APBD  Sidoarjo 2003 dengan kerugian negara Rp21,9 miliar. Ia dibui 1,5 tahun akibat ulahnya itu.

Utsman terjerat kasus korupsi dana pos peningkatan kualitas sumber daya anggota DPRD periode 1999-2005 senilai Rp 21,9 miliar. Saat itu Utsman menjabat sebagai Ketua DPRD Sidoarjo.

Di timur Indonesia ada Abubakar Ahmad, bekas Bupati Dompu. Mantan narapidana kasus korupsi APBD dengan kerugian negara Rp3,5 miliar. Abubakar dibui dua tahun.

Kini, ia mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum  Dompu, Nusa Tenggara Barat, untuk maju berpasangan dengan Kisman Pangeran. Pasangan ini diusung Golkar, PPP, dan PBB.

Lalu, di Sumatera ada Azwar Chesputra, mantan anggota DPR periode 2004-2009. Azwar mendaftar sebagai calon Bupati Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Azwar diusung Golkar, PKS, Demokrat, Hanura, dan PBB, menggandeng birokrat, Yunirwan, sebagai wakil bupati.

Azwar pernah menjadi terpidana kasus korupsi alih fungsi hutan lindung Pantai Air Telang di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, menjadi Pelabuhan Tanjung Api-api.

Bersama dua anggota DPR lainnya ketika itu, Hilman Indra (PBB) dan Fahri Andi Leluasa (Partai Golkar), ia divonis empat tahun penjara dan denda Rp200 juta. Mereka terbukti bersalah menerima suap pelepasan kawasan hutan lindung Pantai Air Telang.[]

SUMBER: ATAS KERJASAMA DENGAN BINESIA.COM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.