ROKOK elektrik sering diklaim aman untuk dikonsumsi dibandingkan rokok kretek biasa karena menggunakan uap dengan bahan yang bisa tak berisi nikotin.

Ilmuwan di seluruh dunia pun berusaha membuktikan hal tersebut dan mulai banyak bermunculan studi efek rokok elektrik jangka pendek.

Salah satu studi terbaru tersebut datang dari para peneliti di University of Hong Kong School of Public Health. Pemimpin studi dr Daniel Ho menemukan bahwa pada remaja, rokok elektrik bisa menimbulkan masalah pernapasan.

Hal tersebut diketahui setelah dr Daniel mengambil data 45 ribu anak sekolah berusia rata-rata 15 tahun ke atas sepanjang 2012 sampai 2013 di Hongkong. Dari populasi tersebut 1,1 persennya diketahui menggunakan rokok elektrik dan anak-anak pengguna tersebut 30 persen lebih mungkin mengeluhkan masalah pernapasan.

Di antara masalah pernapasan yang kerap dilaporkan adalah batuk-batuk dan dahak. Risiko tersebut beragam tergantung dari apakah sang anak juga mengonsumsi rokok biasa berbarengan dengan rokok elektrik. Pada anak yang juga menggunakan rokok biasa, risiko masalah pernapasan jangka pendek meningkat sampai 40 persen.

“Rokok elektrik dapat dipastikan berbahaya dan masalah kesehatan yang lebih serius kemungkinan akan muncul seiring berjalannya waktu,” kata dr Daniel seperti dikutip dari Reuters pada Kamis, 12 November 2015.

Studi yang telah dipublikasi di jurnal JAMA Pediatrics ini tak meneliti lebih jauh penyebab pasti mengapa rokok elektrik bisa menyebabkan masalah pernapasan. Namun peneliti menduga bahwa kandungan propylene glycol dan bahan kimia perasa pada uap bisa mengganggu saluran napas.(detik.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.