SEBUAH malware ditemukan menyelundup ke Google Play Store. Malware yang menyamar sebagai DressCode itu ditemukan perusahaan keamanan IT, Check Point.

Total, Check Point menemukan 40 aplikasi di Google Play Store terinfeksi DressCode. Penyelundupan terjadi sejak April 2016, dan telah menyebar ke lebih dari 400 store tidak resmi.

Malware tersebut menginfeksi dengan menciptakan  botnet. Para peretas menggunakan botnet untuk masuk ke perangkat yang terinfeksi. Check Point mengatakan, hacker dari DressCode menyerang dengan cara menyebabkan kesalahan klik yang kemudian masuk ke situs iklan dan dengan cara itu mereka menghasilkan pendapatan dari iklan.

Namun, botnet dikatakan dapat menjadi sangat serius dengan menyerang untuk mengakses server dan file sebuah perusahaan.

Terkait hal tersebut, Google berencana segera membuangnya. Check Point sendiri telah mempublikasikan artikel malware tersebut dengan memprediksinya menyelinap ke sebuah gim anak-anak, bernama Dress-Up.

Sebagaimana dikatakan Check Point pada Phone Arena, Selasa, 6 September 2016, malware tersebut biasanya hanya akan mengganggu sistem dengan terus-menerus masuk ke situs iklan, namun bisa berimbas pada performa dan daya tahan baterai ponsel.

Mengunduh berbagai aplikasi melalui store resmi merupakan langkah aman yang biasa para pengguna gawai cerdas lakukan. Para pengguna juga secara umum telah percaya dan yakin bahwa Play Store telah mencegah adanya konten yang mengandung virus dan malware di dalamnya. Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan adanya malware seperti DressCode ini yang menyelundup ke situs unduh aplikasi resmi.[]

REPUBLIKA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.