HARI Pendidikan Daerah atau Hardikda yang diperingati setiap 2 September salah satu bentuk keistimewaan yang dimiliki Aceh dalam memperkuat semangat meningkatkan mutu pendidikan.

Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah Aceh Barat Daya, Ramli Bahar, saat membacakan sambutan Gubernur Aceh Zaini Abdullah dalam upacara Hardikda Aceh ke-57 di halaman kantor bupati, Jumat, 2 September 2016.

Hardikda, kata Zaini Abdullah, tidak terlepas dari perjuangan para tokoh pendidikan Aceh dalam memperkuat basis pembangunan sumber daya manusia yang cerdas dan berkualitas.

“Oleh sebab itu, momentum Hardikda hadir dengan mengusung sejumlah makna. Salah satunya, wahana  instrospeksi diri atas program-program pendidikan yang telah kita jalankan,” ucap Ramli Bahar.

Semua pemangku kepentingan bidang pendidikan diajak menyiapkan diri menjalankan kebijakan dengan baik. “Karena itu perlu kerjasama dan kerja nyata semua pihak. Melalui kerja nyata untuk pendidikan, diharapkan Aceh mampu tampil sebagai salah satu kawasan basis pendidikan di Indonesia.”

Peringatan Hardikda di Aceh Barat Daya dihadiri murid sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, para guru, dan pegawai di lingkungan sekretariat daerah. Hadir juga para legislator dan pejabat dari instansi vertikal.

Hardikda Aceh sebenarnya juga diperingati sebagai hari berdirinya Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) dengan ikonnya Kota Pelajar dan Mahasiswa (Kopelma) Darussalam yang juga menjadi kampus untuk Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. Kedua kampus ini kerap disebut sebagai “jantong hatee” orang Aceh.[]

RILIS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.