SALAH satu hal yang dibahas dalam peringatan Konferensi Asia Afrika ke 60 tahun ini adalah Declaration of Palestine. Duta Besar Palestina Fariz Mehdawi yang juga ikut dalam Senior Officials Meeting (SOM) hari ini berharap banyak akan hasil forum negara-negara Asia Afrika kali ini.

“Negara-negara seperti Indonesia dan India tahu apa makna perjuangan untuk ‘merdeka’. Jadi mereka tak akan membiarkan ada satu negara di Asia-Afrika yang belum bebas. Mereka akan mengupayakan serius agar kami bebas,” ungkap Fariz berbahasa Inggris namun menyebut kata ‘merdeka’ dengan Bahasa Indonesia di Lobi JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu 19 April 2015.

Agenda SOM dilakukan secara tertutup sejak pukul 10.00 WIB. Ada tiga dokumen yang dibahas dalam pertemuan ini yakni Bandung Message, New Asian-African Partnership, dan Declaration of Palestine.

Pembahasan sempat disebut deadlock oleh panitia sehingga diberi tambahan waktu dari jadwal semula. Namun Fariz yang ikut dalam pembahasan menyatakan pertemuan berjalan dengan ‘smooth’.

“Kami hanya perlu menunggu dokumen dicetak untuk membaca seluruh kosakata yang digunakan. Ini penting karena jangan sampai maksud kami tak tersampaikan dalam dokumen. Kalau menurut saya pribadi, ini sudah selesai,” kata Fariz.

Lalu apakah para delegasi negara-negara Asia-Afrika sepakat untuk kemerdekaan Palestina?

“Kita belum bisa lihat ke arah sana saat ini. Jadi perdamaian adalah tujuan dari pertemuan Asia-Afrika ini. Bukan hanya untuk Palestina, tetapi untuk seluruh negara Asia-Afrika. Sekarang kita bisa menjamin bahwa negara Asia-Afrika sudah satu suara mengirim pesan ke Israel untuk menarik pasukan dan mengikuti ketentuan dari komunitas internasional,” tutur Fariz.(detik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.