PENDAKI gunung asal Malaysia mengalami hipotermia atau penurunan suhu tubuh secara drastis saat mendaki Gunung Leuser.

Seperti dikutip dari laman Badan SAR Nasional, pendaki yang terkena hipotermia itu bernama Ahmad Nazit Rashid, 40 tahun, asal Simpang Teluk Teduri, Kedah. Ia sakit di bagian perut dan hipotermia saat mendaki bersama 12 pendaki Malaysia dan sembilan porter (pengangkut barang) asal Indonesia.

Tim tersebut naik dari Keudah, Gayo Lues, menuju puncak Leuser pada koordinat 03 49 12 Lintang Utara – 097 10 44 Bujur Timur. Informasi ini diterima Kantor SAR Banda Aceh dari Mustaqim warga negara Malaysia pada Sabtu, 10 Desember 2016 pukul 21.27 WIB.

SAR Banda Aceh kemudian memberangkatkan tim penyelamat dari Pos SAR Kutacane berjumlah 6 personil menuju Blangkejeren, Gayo Lues.

Pada Ahad pagi, tim penyelamat tiba di posko Pintu Keudah dan berkoordinasi dengan unsur terkait seperti TNI, Polri, Polhut dan masyarakat setempat untuk melakukan evakuasi.

Namun, karena kondisi lokasi tidak efektif  disepakati tim pendaki untuk turun ke posko dengan membawa korban. Hal ini karena waktu tempuh dari Posko Pintu Keudah ke lokasi Bipak Kaleng kurang lebih enam perjalanan dan cuaca kurang mendukung. Tim SAR gabungan disebut baru mendaki pada hari ketiga, Rabu, 14 Desember 2016.

Harian Metro di Malaysia yang mengutip keterangan Mustaqim dari Global Communication Center menuliskan, 13 pendaki berusia 15 hingga 41 tahun itu memulai pendakian pada 1 Desember. Insiden yang menimpa Ahmad Nazit terjadi pada hari ketujuh pendakian.

Suhu yang mencapai satu derajat celsius ditengarai menjadi kendala utama operasi penyelamatan korban. Hingga Kamis, 15 Desember, nasib pendaki yang terkena hipotermia dan tim serta para porter belum diketahui.

Menurut Mustaqim dalam tim ekspedisi Malaysia Trans Lung 2016 itu juga terdapat tiga pendaki wanita. Tim dilaporkan tiba pada Base Camp Jalur Keudah, Leuser, pada 2 Desember setelah 20 jam perjalanan darat dari Medan.

Setelah sepekan mendaki, kata Mustaqim, tim tiba di Kamp Bipak Kaleng pada ketinggian 2,972 meter saat cuaca buruk.

“Mereka terpaksa berhenti akibat cuaca buruk tetapi secara tiba-tiba Ahmad Nazit mengalami hipotermia. Suhu badannya jatuh mendadak dan degup jantungnya menjadi lemah,” ujarnya.

Saat itu, kata dia, ketua tim Khairil Aslan berada di ketinggian 3,404 meter bersama tiga porter dari Aceh.

“Khairil Aslan naik ke puncak gunung untuk mendapatkan bantuan dan berhasil menghubungi saya Sabtu lalu pada 6.38 petang melalui ‘distress call’,” ujar Mustaqim. Ia kemudian menghubungi Badan SAR Nasional pada jam delapan malam.

Tim sedianya dijadwalkan kembali ke Malaysia pada 17 Desember.[]

HARIAN METRO | ASTRO AWANI | VIVA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.