Connect with us

Sport

Belanda Gagal Tampil di Euro 2016

Published

on

BELANDA melakoni partai hidup mati kontra Republik Ceko dalam laga pamungkas babak kualifikasi Euro 2016 Grup A, Rabu (14/10/2015) dini hari WIB. Seperti diketahui, Belanda wajib meraup poin penuh untuk menjaga asa lolos ke Prancis via babak play-off.

De Oranje memang sedang berada di ujung tanduk. Walaupun mereka memenangi laga ini, itu tak akan berarti jika di tempat lain Turki menang atau seri dari Islandia. Ya, Turki harus kalah, karena kalau tidak, Belanda dipastikan harus mengubur mimpi mereka tampil di Euro 2016.

Kenyataannya, tak usah melihat hasil Turki, Belanda sendiri malah tampil buruk di depan publiknya sendiri, Amsterdam ArenA. Sampai half-time, pasukan Danny Blind harus menelan pil pahit dengan tertinggal 0-2. Dwigol tim tamu diciptakan Pavel Kaderabek dan Josef Sural.

Jalannya Pertandingan

Tak ingin menanggung malu, Wesley Sneijder dan kolega tampil menggebrak sejak awal laga. Di 15 menit pertama, praktis permainan dikuasai Belanda. Sayang, usaha-usaha dari trisula Memphis Depay, Klass-Jan Huntelaar, dan Anwar El Ghazi masih kandas di tangan barisan pertahanan Ceko.

Menit 16, tim tamu justru mengancam lewat sebuah counter-attack. Sepakan voli Jaroslav Plasil masih bisa ditahan kiper muda Belanda, Jeroen Zoet.

Di menit 21, kiper yang membela PSV Eindhoven di Eredivisie itu melakukan blunder. Bola yang seharusnya bisa ditangkap dengan mudah malah terlepas dari tangannya. Beruntung, Gebre Selassie gagal memanfaatkan bola liar untuk menjadi gol

Petaka bagi Belanda hadir di menit 24. Fullback Ceko, Kaderabek, merangsek masuk ke sisi kiri pertahanan Belanda. Dia pun melakukan side-footed yang menaklukkan Zoet. Palang pintu Belanda, Virgil van Dijk jelas berperan atas terjadinya gol ini. Bek Southampton itu begitu mudah dikecoh Jiri Skalak, sebelum nama terakhir mengirim assist kepada Kaderabek.

Tak cukup sampai di situ, Van Dijk kembali ikut andil atas terjadinya gol kedua Ceko di menit 35. Sural merangsek masuk ke kotak penalti Belanda dan dengan mudah mengecoh Van Dijk sebelum melepaskan finishing yang dingin. Ya, Van Dijk benar-benar bermain seperti amatiran! 0-2 untuk Ceko!

Setelah gol ini, permainan Belanda masih berantakan dan Ceko pun terus memanfaatkan kepanikan tim tuan rumah. Blind pun bereaksi dengan memasukkan Robin van Persie dan menarik keluar Riedewald yang notabene adalah fullback.

Harapan untuk De Oranje setidaknya belum benar-benar mati setelah di menit 43, bek tengah Ceko, Marek Suchy dikartu merah wasit. Suchy yang berstatus ‘the last man’ melanggar Memphis yang tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Cech. Skor 0-2 sendiri bertahan sampai peluit tanda half-time dibunyikan wasit asal Slovenia, Damir Skomina. Sebagai tambahan, Turki masih bermain imbang 0-0 dengan Islandia sampai turun minum.

Blind Ogah Mundur

Namun, hasil ini tak menyurutkan niat Danny Blind untuk mundur dari kursi kepelatihan. Blind bahkan bertekad membawa Belanda lolos ke Piala Dunia 2018.

Sebelumnya, Federasi Sepakbola Belanda (KNVB) juga telah menyuarakan dukungannya kepada Blind, yang mengambil alih pekerjaan dari tangan Guus Hiddink pada Juli kemarin.

“Saya ingin terus bertahan sebagai pelatih,” ujar Blind kepada NOS. “Saya tidak menyalahkan diri sendiri terkait semuanya. Saya punya keyakinan bahwa saya telah melakukan segala yang saya bisa.

“Kami kini harus menatap ke depan untuk kelolosan ke Piala Dunia 2018,” tutupnya. (okezone, fourfourtwo)

 

Advertisement img-20160906-wa0001
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sport

Skandal Kotak Susu di Ruang Ganti Old Trafford

Published

on

By

Ilustrasi | BBC

KEMENANGAN City atas United pada pekan lalu berbuntut panjang. Usai laga, kericuhan merebak di ruang ganti. Para pemain City dituduh melakukan perayaan kemenangan berlebihan, yang membuat Jose Mourinho naik pitam.

Sejatinya, skor 2-1 membuat City kian menjauh dari rival sekotanya itu. Kemenangan di Old Trafford itu memperlebar jarak keunggulan menjadi 11 angka. City kini menjadi pemimpin klasemen sementara.

Keributan di ruang ganti diduga karena pelatih United, Jose Mourinho, naik pitam oleh perayaan kemenangan para pemain City yang dinilai berlebihan. Ia kemudian mengungkapkan kejengkelannya kepada tim City di lorong stadion sambil berjalan ke ruang jumpa pers usai pertandingan.

Entah bagaimana peristiwanya, satu kotak susu murni dilemparkan orang ke arahnya, kendati tidak mengenainya. Di pihak lain, asisten pelatih City, Mikael Arteta, luka sobek di bagian mukanya oleh botol minuman plastik yang dilemparkan kepadanya. Yang juga tak jelas siapa pelakunya. Namun sumber dari kedua klub mengatakan tidak terjadi baku hantam saat insiden.

Semua kejadian itu luput dari penglihatan wasit Michael Olivier. Sehingga tak ada catatan tentang hal itu dalam laporan pertandingan yang disusunnya.

Suasana usai laga | The Independet

Bekas ujung tombak Arsenal, Ian Wright, menyebutkan, tak sepantasnya menuding perayaan kemenangan City sebagai pangkal penyebab. “Ini konyol sekali. Saya kira kita tidak bisa menyalahkan City. Orang-orang menuduh mereka tidak berkelas, mengatakan bahwa mereka tak bisa mengendalikan diri saat menang. Tapi kita harus mengerti bahwa mereka baru saja memecahkan rekor, 14 kemenangan (berurut-turut dalam satu musim), melawan saingan terbesar mereka,” ujar Wright kepada BBC Radio 5 live.

Pemain City merayakan kemenangan di depan fans mereka setelah peluit akhir. Staf pelatih mencoba mengajak manajer Pep Guardiola untuk bergabung tapi ia menolak.

Setelah para pemain dan staf masuk lorong terowongan stadion menuju ruang ganti, Mourinho meluapkan kedongkolannya. Lalu kericuhan itu dimulai. Namun, ketika tampil di jumpa pers Mou tak menyinggung kejadian itu.

Menurut Ian Wright, Mourinho seharusnya menjadikan perayaan kemenangan City sebagai cara memotivasi pemainnya agar tidak menyerah dalam perebutan gelar juara.

“Mungkin Jose seharusnya bilang, kalian dengar di sebelah mana? Bisakah kalian melihat apa yang sedang mereka lakukan? Kita harus memastikan bahwa kita membungkam mereka (dalam pertandingan-pertandingan selanjutnya). Dan bukannya mengubah semua itu menjadi ‘Milkgate (skandal susu).”

Badan Sepak Bola Inggris mengumumkan akan mengumpulkan informasi dari kedua klub sehubungan dengan insiden tersebut.[] BBC

Continue Reading

Sport

Dybala Ingin Lawan Barcelona di Final Champions

Published

on

By

paulo dybala | espn fc

PENYERANG Juventus, Paulo Dybala, menyatakan keinginan melawan Barcelona pada final Liga Champions musim ini.

Jika terwujud, itu akan menjadi laga ulangan seperti final pada tahun 2015. Pada saat itu, Juventus kalah dengan skor 1-3 di Stadion Olimpiade Berlin, Jerman.

Pada Liga Champions musim ini, Juventus dan Barcelona sama-sama telah memastikan langkah ke babak perempat final.

Sebelumnya, pada babak 16 besar, Juventus berhasil menyingkirkan wakil Portugal, FC Porto, sedangkan Barcelona menuntaskan perlawanan PSG.

Dybala, yang bergabung ke Juventus dari Palermo menjelang musim 2015-2016, mengatakan, melawan raksasa La Liga, Barcelona, di final akan menjadi laga yang sangat ideal.

“Apakah saya ingin bertemu Barcelona, Real Madrid, atau Bayern Muenchen? Saya akan memilih (melawan) Barcelona di final,” kata Dybala seperti dikutip dari FourFourTwo.com, Selasa (14/3/2017).

“(Laga final itu) akan seperti itu dua tahun yang lalu ketika saya belum bergabung dengan Juventus,” ucapnya.

Selain Juventus dan Barcelona, tim-tim besar lain telah memastikan lolos ke babak berikutnya, yakni Real Madrid, Bayern Muenchen, Borussia Dortmund, dan Leicester City.

Dua tempat tersisa akan diperebutkan oleh Atletico Madrid-Leverkusen dan Manchester City-AS Monaco.

Dybala, yang mencetak satu-satunya gol saat Juventus menang atas Porto pada Selasa dinihari, mengatakan, ke depan, laga-laga berikutnya akan berjalan sulit.

“Sekarang, semua pertandingan akan sangat sulit,” ucap pemain asal Argentina ini.

“Hasil undian (babak perempat final) akan memberi tahu siapa yang akan kami hadapi. Kami akan terus berjuang dan meraih gelar sampai akhir,” tuturnya.[]

KOMPAS.COM

Continue Reading

Sport

Derita Barcelona di Kota Romantis

Published

on

By

14 Februari 2017. Tak ada ungkapan cinta dari Barcelona kepada para pendukungnya. Tak ada bahagia untuk Barcelona. Yang ada hanya hati yang terluka di Paris, kota yang identik dengan kata romantis.

Barcelona datang ke Paris dengan penuh kepercayaan diri. Mereka tak kalah dalam 11 laga terakhir dan datang usai menang telak 6-0 atas Deportivo Alaves pada ajang La Liga akhir pekan lalu.

Belum lagi melihat rekor Barcelona yang lebih bagus di hadapan PSG. Mereka mampu menaklukkan PSG dengan skor 3-1 di tempat yang sama pada dua musim sebelumnya.

Barcelona memang primadona dalam dunia sepak bola tetapi bukan berarti mereka selalu berjaya. Untuk kali ini Barcelona harus merasakan sakit dan terluka.

PSG mengingatkan Barcelona tentang ganasnya sebuah dendam. Tentang pembalasan yang lebih kejam.

Tak tanggung-tanggung, PSG menghancurkan Barcelona dengan empat gol tanpa balas. Tak hanya itu, Barcelona bahkan hanya diberikan kesempatan satu kali mencatat tembakan ke gawang.

Sepulang dari Parc des Princes yang ada di kota paling romantis, Barcelona pasti menangis.

Patah hati Barcelona di laga lawan PSG ini berpeluang jadi patah hati berkepanjangan yang tak mungkin sembuh dalam waktu singkat.

Sebelum kekalahan ini, posisi Luis Enrique di kursi pelatih sudah mulai mendapat goyangan kencang. Nama legenda Barcelona lainnya, Ronald Koeman, bahkan sudah disebut bakal jadi suksesor Enrique di Barcelona.

Musim ini kondisi Barcelona sedang tak terlalu baik. Meski masuk ke final Copa del Rey, langkah Barcelona limbung di ajang La Liga. Mereka tertinggal satu poin dari Real Madrid yang masih menyimpan dua laga lebih banyak.

Melihat Madrid yang sudah gagal di kompetisi Copa del Rey, Los Blancos pasti mati-matian fokus menjaga jarak dengan Barcelona di ajang La Liga.

Bila Barcelona juga gagal di Liga Champions, maka posisi Enrique makin terancam, tak peduli apakah mereka mendapat trofi Copa del Rey atau tidak.

Duka bagi Barcelona makin bertambah bila mereka memikirkan kontrak sang megabintang, Lionel Messi. Messi yang kontraknya habis di tahun 2018 sejauh ini belum mau menandatangani perpanjangan kontrak.

Dengan selang waktu 1,5 tahun jelang deadline kontrak, rumor tentang Messi pun kemudian banyak beredar. Messi dianggap ingin meninggalkan Barcelona dan menginginkan petualangan baru di luar La Liga.

Andai Messi tak memperpanjang kontrak hingga musim panas nanti, maka situasi bakal jadi lebih panas di Barcelona.

Sisa kontrak semusim tanpa kepastian perpanjangan kontrak, maka peluang Barcelona untuk terpaksa menjual Messi jadi lebih besar dibandingkan sebelumnya.

Tanpa gelar La Liga, tak dapat trofi Liga Champions, pemecatan Enrique, dan gonjang-ganjing Messi. Hal-hal itu bisa jadi derita berkepanjangan Barcelona hingga musim panas nanti.

Semua hal buruk itu belum terjadi. Enrique dan Barcelona masih punya waktu untuk bangkit dari kondisi terluka dan menghindari patah hati berkepanjangan. Caranya, tentu tampil fenomenal di Camp Nou dan memutarbalikkan kondisi tertinggal empat gol dari PSG.[]

CNN INDONESIA

Continue Reading

Copyright © 2015