Mual, pening, tidak enak badan, sakit pinggang— terasa akrab, Bunda?

Sederet rasa tak nyaman tadi, biasanya memang lekat dengan para bunda yang sedang hamil. Semua ‘penderitaan’ itu disebabkan perubahan hormonal. Tapi, cheer up, Moms! Semangatlah, Bunda! Jangan putus asa dulu. Tak kenal, maka tak sayang, bukan?

Ayo kita kenali penyebabnya, supaya dapat mengatasi sendiri, sebelum ke dokter.

1. Pening
Saat hamil, hormon progesteron (hormon yang berperan besar dala

m perkembangan janin) meningkat. Hormon ini menyebabkan otot polos rileks, pembuluh darah melebar, sehingga tekanan darah dapat turun dengan tiba-tiba. Hasilnya, pusing dan pening.
Atasi dengan:

  • Latihan relaksasi. Misalnya, berbaring miring (sebaiknya ke arah kiri) sambil mendengarkan musik lembut dan membayangkan suasana tenang.
  • Bergerak perlahan bila mengubah posisi tubuh (misalnya saat berbaring lalu hendak bangkit, atau dari duduk ke berdiri)
  • Banyak minum air putih

2. Mual dan Muntah
Kenaikan hormon hCG (human Chorionic Gonadotropin) adalah biang keladinya. Karena hormon ini dapat merangsang kelenjar lambung untuk memproduksi asam lambung berlebih, maka mengakibatkan mual. Hormon hCG juga menyebabkan kadar gula darah cepat turun, sehingga timbul rasa lapar, sekaligus mual.

Cara mengatasinya?

  • Makan dalam porsi kecil, namun sering (daripada makan sepiring besar nasi dan lauk pauk tiga kali sehari, lebih baik makan enam piring kecil dengan jarak dua jam).
  • Minum air jahe hangat.
  • Makan satu-dua potong crackers diantara waktu makan.
  • Kalau muntah, segera ganti cairan tubuh yang hilang dengan minum cairan (air hangat, susu, dan sebagainya).
  • Menekan bagian berdaging di antara ibu jari dan pergelangan tangan.

Ini adalah cara yang dianjurkan para ahli ilmu pengobatan tradisional Cina. Menurut ilmu accupressure (penekanan titik akupuntur), bagian di antara ibu jari dan pergelangan tangan adalah titik yang langsung berhubungan dengan lambung. Sehingga, bila ditekan akan membantu mengurangi rasa tidak enak. Menekan telinga dengan lembut, juga menghasilkan efek serupa.

3. Sembelit
Susah buang air besar kala hamil, juga lantaran meningkatnya hormon progesteron. Fungsi progesteron sebenarnya adalah memperkuat pelekatan janin ke dinding rahim. Tapi, ternyata hormon ini juga mengakibatkan terhambatnya gerak peristaltik (gerak meremas-remas) usus, sehingga kotoran yang menumpuk di dalam usus susah didorong keluar.

Mengatasinya, adalah dengan cara:

  • Konsumsi makanan berserat: padi-padian dan serealia (jagung, gandum dsb), buah-buahan, sayuran;
  • Konsumsi yoghurt;
  • Minum banyak cairan

4. Heartburn (Sensasi terbakar pada Dada)
Selain rasa mual, ibu hamil juga kerap diganggu rasa panas dan pedih di ulu hati. Terutama, setelah mengonsumsi makanan berminyak. Hal ini disebabkan oleh rangsangan progesteron pada kelenjar lambung, sehingga lambung menghasilkan asam yang berlebih.

Mengatasinya, dengan cara:

  • Mengurangi makan gorengan, yang berbumbu tajam, berlemak, mengandung kafein, dan atau yang terlalu manis. (Lebih baik lagi kalau ibu hamil berhenti sama sekali mengonsumsi semua itu).
  • Makan crackers rasa original (jangan yang bergula, karena gula akan memancing pengeluaran asam lambung).
  • Jangan langsung berbaring sehabis makan.
    Tunggu kurang lebih dua jam, dan bila ingin berbaring setelah dua jam, usahakan posisi kepala dan dada lebih tinggi daripada kaki. Posisi ini akan menghambat asam lambung untuk naik memasuki kerongkongan, yang menyebabkan rasa pedih.

5. Sakit pinggang
Dalam film-film, aktris yang memerankan ibu hamil hampir selalu berakting memegangi bagian belakang pinggang. Soalnya, ibu hamil memang sering dilanda sakit pinggang, terutama setelah kehamilan memasuki bulan ketujuh. Biang keroknya adalah hormon estrogen dan relaksin yang meningkat.

Kedua hormon ini berfungsi melemaskan sendi kelahiran sebagai persiapan menghadapi kelahiran. Susahnya, otot-otot yang menunjang rahim dan perut juga dilemaskan, sehingga harus bekerja tiga kali lebih keras. Akibatnya, timbul rasa pegal, bahkan nyeri.

Atasi dengan:

  • Selalu perhatikan posisi tubuh. Jaga agar postur tubuh tetap tegak, meski perut terus membusung (jangan menekuk pinggang ke belakang).
  • Hindari gerakan-gerakan menghentak. Lakukan segala sesuatu dengan lembut, entah berdiri, berjalan, bangun dari tidur, bangun dari duduk, membungkuk, dan sebagainya.
  • Gunakan alas kaki yang sesuai dengan kenyamanan Anda. Kalau terganggu dengan alas kaki berhak tinggi, ya, gunakan hak rendah saja. Lebih aman juga, bukan?
  • Lakukan pemijatan lembut di daerah yang terasa pegal. Atau, gunakan kompres air hangat.
  • Sedikit lawang krieng, kapulaga, jahe, cengkih dan pala dalam air hangat untuk kompres akan memberi efek aroma terapi menenangkan saraf sehingga membantu mengurangi rasa sakit. Tanaman rosemary yang ungu bunganya dan wangi menusuk juga memberikan efek yang sama. Hanya sayang, di Aceh tanaman itu masih agak sedikit langka.
  • Lakukan olah tubuh, terutama peregangan ringan.

6. Kaki Bengkak
Kalau ketika hamil kaki Anda bengkak seperti kaki gajah, jangan panik. Itu bukan gejala penyakit ‘kaki gajah’, kok. Penyebab kaki bengkak saat hamil adalah cairan berlebih yang diproduksi dan ditahan tubuh. Jumlahnya sampai 30 persen lebih banyak dari biasanya. Juga, rahim yang terus membesar akan menekan pembuluh darah balik di kaki. Sehingga, arus darah yang hendak kembali ke jantung terhambat. Ini menyebabkan lebih banyak lagi cairan yang tertimbun di kaki.

Cara mengatasinya? Lakukan hal berikut:

  • Ketika duduk, sedapat mungkin sering-seringlah naikkan kaki (kalau bisa, lebih tinggi daripada letak jantung)
  • Jangan berdiri terlalu lama, atau duduk dengan telapak kaki menyentuh lantai.
  • Tidur miring ke kiri (pembuluh darah balik berada di sebelah kanan tubuh, sehingga posisi ini dapat mengurangi tekanan). Saat tidur telentang, ganjal kaki dengan setumpuk bantal.
  • Bila kaki terasa sangat tidak nyaman, berbaringlah dengan kaki diangkat dan disandarkan ke dinding.
  • Kalau bisa, berenanglah—dan bagi para Bunda yang memiliki bathtub di rumah, berendam juga dapat membantu mengurangi rasa nyeri di pinggang.

7. Sulit Tidur
Wajar saja kondisi itu terjadi. Penyebabnya? Karena perubahan bentuk badan, Bunda jadi sulit menemukan posisi nyaman untuk tidur.

Atasi dengan:

  • Peregangan ringan atau yoga hamil dua jam sebelum waktu tidur.
  • Berbaring miring ke kiri. Ganjallah punggung, lutut dan perut menggunakan guling atau bantal kecil. Sekarang tersedia bantal yang khusus didesain untuk ibu hamil, yang dapat membantu memposisikan tubuh lebih nyaman.

Nah, itu tadi 7 “derita hamil” berikut cara mengatasinya. Semoga bermanfaat.

(DG—dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.